PENGERTIAN BERBAHASA INDONESIA YANG BAIK
DAN BENAR
MAKALAH
Disusun
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia
Dosen Pengampu : Dra. Suryatun, M.Pd
Oleh
:
1. Titik Handayani NIM : 117120
2.
Yunita Sari NIM
: 117122
3.
Ferry Achmad Chusaini NIM
: 117104
4.
Ahmad Fauzan NIM :
117098
KELAS/
SEMESTER : F/1
PRODI/JURUSAN : TARBIYAH/PAI
SEKOLAH
TINGGI AGAMA ISLAM PATI
2017
KATA PENGANTAR
Segala
puji dan syukur penulis haturkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat
rahmat dan bimbingan-Nya makalah ini dapat diselesaikan sesuai dengan rencana.
Makalah yang berjudul “Pengertian BerBahasa Indonesia yang baik dan benar ” Ini
sebagai pemenuhan tugas dari Dosen Pembimbing Bahasa Indonesia.
Selama penyusunan makalah ini banyak kendala yang dihadapi,
namun berkat bimbingan serta bantuan dari berbagai pihak semua kendala tersebut
dapat teratasi. Pada kesempatan ini dengan ketulusan hati penulis, penulis
ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada :
1. Orang
tua yang selalu memberi doa dan restu
2. Ibu
Suryatun selaku dosen mata kuliah Bahasa Indonesia
3. Semua
pihak yang terkait dalam penulisan makalah ini
Penulis
merasa masih banyak kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat
akan kemampuan yang dimiliki penulis, untuk itu kritik dan saran dari semua
pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.
Semoga
makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua, Amin.
Pati, November 2017
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman Judul ………………………………………………………….. i
Kata Pengantar .......................................................................................... ii
Daftar Isi .......................................................................................... iii
BAB
I PENDAHULUAN..................................................................................... 1 A.
Latar Belakang ................................................................................ 1 B. Rumusan Masalah…………………………………………………….. 1
C.
Tujuan Penulisan……………………………………………………… 2
BAB II PEMBAHASAN ………………………………………………………. 3 A. Pengertian Bahasa Indonesia Yang Baik dan Benar ………………… 3
B. Menggunakan Bahasa Indonesia Dalam Kehidupan
Sehari-hari……… 4
BAB
III PENUTUP................................................................................................ 8 A. Kesimpulan .................................................................................. 8
B. Saran .................................................................................. 8
DAFTAR
PUSTAKA ….......................................................................................... 9
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Istilah Bahasa Indonesia yang baik telah
dikenal oleh masyarakat secara luas dalam kehidupan sehari-hari. Namun
pengenalan istilah tidak menjamin secara komperhensif konsep dan makna istilah Bahasa
Indonesia yang baik itu. Hal ini terbukti bahwa masih banyak orang atau
masyarakat berpendapat bahwa Bahasa Indonesia yang baik sama dengan Bahasa
Indonesia yang baku atau Bahasa Indonesia yang benar. Slogan “pergunakanlah Bahasa
Indonesia yang baik dan benar”, tampaknya mudah diucapkan, namun maknanya tidak
jelas. Slogan tersebut diartikan oleh sebagian besar masyarakat bahwa di segala
tempat kita harus menggunakan Bahasa Indonesia yang baku. Selain itu, masalah
lain yang perlu kita soroti adalah sebagian besar orang terkadang sulit untuk
melakukan komunikasi yang interaktif satu sama lain, bukan berarti karena
mereka tidak bisa berBahasa Indonesia yang baku dengan lancar. Bahasa Indonesia
yang baku dan Bahasa Indonesia yang benar belum tentu dapat menjamin
tersampaikannya maksud dan tujuan kepada lawan bicara. Sehingga dibutuhkan
susunan Bahasa Indonesia yang fleksibel yang artinya dapat dengan mudah
menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi.
Dengan gambaran kondisi yang demikian
itu, dimana pengetahuan masyarakat masih kurang tepat dan terbatas berkaitan
dengan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan
sehari-hari. Di dalam makalah ini penulis akan membahas tentang pengertian Bahasa
Indonesia yang baik, cara berBahasa Indonesia yang baik dan benar dalam
kehidupan sehari-hari, serta manfaat penggunaan Bahasa Indonesia.
B. Rumusan
Masalah
1. Bagaimana
pengertian Bahasa Indonesia yang baik dan benar ?
2. Bagaimana
cara menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan
sehari-hari ?
C. Tujuan
Penulisan
Dalam
makalah ini terdapat dua tujuan yaitu :
1. Menjelaskan
pengertian Bahasa Indonesia yang baik dan benar
2. Menjelaskan
penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Bahasa
Indonesia Yang Baik dan Benar
BerBahasa Indonesia yang baik adalah berBahasa
Indonesia yang sesuai dengan tempat terjadinya kontak berbahasa, sesuai dengan
siapa lawan bicara, dan sesuai dengan topik pembicaraan. Bahasa Indonesia yang
baik tidak selalu perlu beragam baku. Yang perlu diperhatikan dalam berBahasa
Indonesia yang baik adalah pemanfaatan ragam yang tepat dan serasi menurut
golongan penutur dan jenis pemakaian bahasa. Orang yang mahir menggunakan
bahasanya sehingga maksud hatinya mencapai sasarannya, apa pun jenisnya itu,
dianggap berbahasa dengan efektif. Pemanfaatan ragam yang tepat dan serasi
menurut golongan penutur dan jenis pemakaian bahasa itulah yang disebut bahasa
yang baik atau tepat. Bahasa yang harus mengenai sasarannya tidak selalu perlu
bergam baik (Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, Departemen Pendidikan Dan
Kebudayaan, 1988, halaman 19). Jadi jika kita berbahasa benar belum tentu baik
untuk mencapai sasarannya, begitu juga sebaliknya, jika kita berbahasa baik
belum tentu harus benar, kata benar dalam hal ini mengacu kepada bahasa baku.
Contohnya jika kita melarang seorang anak kecil naik ke atas meja, “Hayo adek,
nggak boleh naik meja, nanti jatuh!” Akan terdengar lucu jika kita menggunakan
bahasa baku, “Adik tidak boleh naik ke atas meja, karena nanti engkau bisa
jatuh!”. Pemakaian Bahasa Indonesia yang baik perlu memperhatikan pemakaian
ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya .(Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia,
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1988, halaman 20).
Kalau kita cermati kutipan-kutipan di
atas tentang apa itu Bahasa Indonesia yang baik, erat sekali hubungannya dengan
ragam bahasa. Berarti untuk lebih memahaminya kita juga perlu tahu apa saja
ragam bahasa yang ada di dalam Bahasa Indonesia. Sepertinya perlu pembahasan
tersendiri mengenai hal itu. Jadi yang penting dalam masalah “yang baik dan
benar” kali ini adalah kita tetap berbahasa sesuai keadaan, situasi, dengan
siapa kita berbicara, dan untuk tujuan apa kita berbahasa.
Penggunaan bahasa dengan baik menekankan
aspek komunikatif bahasa. Hal itu berarti bahwa kita harus memperhatikan
sasaran bahasa kita. Kita harus memperhatikan kepada siapa kita akan
menyampaikan bahasa kita. Oleh sebab itu, unsur umur, pendidikan, agama, status
sosial, lingkungan sosial, dan sudut pandang khalayak sasaran kita tidak boleh
kita abaikan. Cara kita berbahasa kepada anak kecil dengan cara kita berbahasa
kepada orang dewasa tentu berbeda. Penggunaan bahasa untuk lingkungan yang
berpendidikan tinggi dan berpendidikan rendah tentu tidak dapat disamakan. Kita
tidak harus menyampaikan sesuatu hal dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah difahami
kepada anak usia SD. Selain umur yang berbeda, daya serap seorang anak
dengan orang dewasa tentu saja berbeda. Lebih lanjut lagi, karena berkaitan
dengan aspek komunikasi, maka unsur-unsur komunikasi menjadi penting,
yakni pengirim pesan, isi pesan, media penyampaian pesan, dan penerima pesan. Pengirim
pesan adalah orang yang akan menyampaikan suatu gagasan kepada penerima pesan,
yaitu pendengar atau pembacanya, bergantung pada media yang digunakannya. Jika
pengirim pesan menggunakan telepon, media yang digunakan adalah media lisan.
Jika ia menggunakan surat, media yang digunakan adalah media tulis. Isi pesan
adalah gagasan yang ingin disampaikan kepada penerima pesan.
Marilah kita gunakan contoh sebuah
majalah atau buku. Pengirim pesan dapat berupa penulis artikel atau penulis
cerita, baik komik, dongeng, atau narasi. Isi pesan adalah permasalahan atau
cerita yang ingin disampaikan atau dijelaskan. Media pesan merupakan majalah,
komik, atau buku cerita. Semua bentuk tertulis itu disampaikan kepada pembaca
yang dituju. Cara artikel atau cerita itu disampaikan tentu disesuaikan dengan
pembaca yang dituju. Berarti, dalam pembuatan tulisan itu akan diperhatikan
jenis permasalahan, jenis cerita, dan kepada siapa tulisan atau cerita itu
ditujukan.
B. Menggunakan Bahasa
Indonesia Dalam Kehidupan Sehari-hari
Menggunakan
Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari harus sesuai
dengan norma kemasyarakatan yang berlaku. Misalnya dalam situasi nonformal
seperti di warung, di pasar, di rumah dan lain- lain hendaknya menggunakan Bahasa
Indonesia yang tidak terlalu terikat. Contohnya, “ Berapa nih, Bu, ikannya ? “.
Sedangkan
pada situasi formal seperti kuliah, seminar, rapat dan lain- lain, menggunakan Bahasa
Indonesia yang resmi dan formal serta memperhatikan kaidah Bahasa Indonesia
yang berlaku, seperti kaidah ejaan, kaidah pembentukan kata dan kaidah
penyusunan kalimat. Jika kaidah – kaidah bahasa kurang ditaati, maka pemakaian Bahasa
Indonesia tersebut tidak benar atau tidak baku. Jadi, berBahasa Indonesia yang
baik dan benar adalah pemakaian ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya dan
juga mengikuti kaidah bahasa yang benar. Agar
penggunaan Bahasa Indonesia dapat digunakan dalam berkomunikasi di lingkungan
masyarakat, ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan antara lain:
1. Isi
atau makna, yaitu berhubungan dengan pikiran, gagasan atau perasaan yang
disampaikan
2. Keadaan
pemakaian bahasa, yaitu yang berhubungan dengan suasana tempat, atau waktu
bahasa
3. Sasaran/,obyek
yaitu yang berkenaan dengan usia, kelamin, pendidikan, pekerjaan dan kedudukan
4. Sarana
saluran yang digunakan, misalnya melalui telepon, radio, televisi
5. Cara
berhubungan langsung atau tidak langsung, misalnya melalui forum rapat,
televisi, radio, dan surat
Maka
dari itu, sebaiknya kita harus selalu berBahasa Indonesia yang baik dan benar
yang berarti pemakaian bahasa yang sesuai dengan sasarannya dan mengikuti kaidah
bahasa yang benar. BerBahasa Indonesia yang baik dan benar sebaiknya mengacu ke
ragam bahasa yang sekaligus memenuhi persyaratan kebaikan dan kebenaran.
Selain
itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat kita menggunakan Bahasa
Indonesia yaitu :
1. Tata bunyi (fonologi), fonologi
pada umumnya dibagi atas dua bagian yang meliputi :
a)
Fonetik, adalah
ilmu yang menyelidiki dan menganalisa bunyi-bunyi ujaran yang dipakai dalam
tutur, serta mempelajari bagaimana menghasilkan bunyi-bunyi tersebut dengan
alat ucap manusia.
b)
Fonemik, adalah
ilmu yang mempelajari bunyi atau ujaran yang dalam fungsinya sebagai pembeda
arti.
Kalau
dalam fonetik kita mempelajari segala macam bunyi yang dapat dihasilkan oleh
alat ucap serta bagaimana tiap-tiap bunyi itu dilaksanakan, maka dalam fonemik
kita mempelajari dan menyelidiki kemungkinan-kemungkinan, bunyi-bunyi yang
dapat mempunyi fungsi untuk membedakan arti.
2. Tata
bahasa (kalimat)
Yang perlu diperhatikan dalam tata
bahasa (kalimat) ialah apakah kalimat-kalimat yang kita hasilkan dapat memenuhi
syarat sebagai kalimat yang benar (gramatikal). Selain itu, apakah kita dapat
mengenali kalimat-kalimat gramatikal yang dihasilkan orang lain. Dengan kata
lain, kita dituntut untuk memiliki wawasan Bahasa Indonesia dengan baik agar
kita dapat menghasilkan kalimat-kalimat yang gramatikal dalam komunikasi baik
lisan maupun tulis, dan kita dapat mengenali kalimat-kalimat yang dihasilkan
orang lain apakah gramatikal atau tidak. Suatu pernyataan merupakan kalimat
jika di dalam pernyataan itu terdapat predikat dan subjek. Jika dituliskan,
kalimat diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik, tanda
seru, atau tanda tanya. Pernyataan tersebut adalah pengertian kalimat dilihat
dari segi kelengkapan gramatikal kalimat ataupun makna untuk kalimat yang dapat
mandiri, kalimat yang tidak terikat pada unsur lain dalam pemakaian bahasa.
Dalam kenyataan pemakaian bahasa sehari-hari terutama ragam lisan terdapat tuturan
yang hanya terdiri dari unsur subjek saja, predikat saja, objek saja, atau
keterangan saja.
3. Kosakata,
Dalam menggunakan Bahasa Indonesia yang
baik dan benar, kita dituntut untuk memilih dan menggunakan kosa kata bahasa
yang benar. Kita harus bisa membedakan antara ragam bahasa baku dan ragam
bahasa tidak baku, baik tulis maupun lisan. Ragam bahasa dipengaruhi oleh sikap
penutur terhadap kawan bicara (jika lisan) atau sikap penulis terhadap pembaca
(jika dituliskan). Sikap itu antara lain resmi, akrab, dingin, dan santai.
Perbedaan-perbedaan itu tampak dalam pilihan kata dan penerapan kaidah tata
bahasa. Sering pula ragam ini disebut gaya. Pada dasarnya setiap penutur bahasa
mempunyai kemampuan memakai bermacam ragam bahasa itu. Namun, keterampilan
menggunakan bermacam ragam bahasa itu bukan merupakan warisan melainkan
diperoleh melalui proses belajar, baik melalui pelatihan maupun pengalaman.
Keterbatasan penguasaan ragam/gaya menimbulkan kesan bahwa penutur itu kurang
luas pergaulannya. Jika terdapat jarak antara penutur dengan kawan bicara (jika
lisan) atau penulis dengan pembaca (jika ditulis), akan digunakan ragam bahasa
resmi atau apa yang dikenal bahasa baku. Makin formal jarak penutur dan kawan
bicara, akan makin resmi dan berarti makin tinggi tingkat kebakuan bahasa yang
digunakan. Sebaliknya, makin rendah tingkat keformalannya, makin rendah pula
tingkat kebakuan bahasa yang digunakan.
4. Ejaan,
Dalam bahasa tulis kita menemukan adanya
bermacam-macam tanda yang digunakan untuk membedakan arti sekaligus sebagai
pelukisan atas bahasa lisan. Segala macam tanda tersebut untuk menggambarkan
perhentian antara , perhentian akhir, tekanan, tanda tanya dan lain-lain.
Tanda-tanda tersebut dinamakan tanda baca. Ejaan suatu bahasa tidak hanya
berkisar pada persoalan bagaimana melambangkan bunyi-bunyi ujaran serta
bagaimana menempatkan tanda-tanda baca dan sebagainya, tetapi juga meliputi
hal-hal seperti: bagaimana memotong suku kata, bagaimana menggabungkan
kata-kata, baik dengan imbuhan-imbuhan maupun antara kata dengan kata.
Pemotongan itu harus berguna terutama bagaimana kita harus memisahkan
huruf-huruf itu pada akhir suatu baris, bila baris itu tidak memungkinkan kita
menuliskan seluruh kata di sana. Selain itu, penggunaan huruf kapital juga
merupakan unsur penting yang harus diperhatikan dalam penulisan dengan ejaan
yang tepat. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa keseluruhan peraturan
bagaimana menggambarkan lambang-lambang bunyi ujaran dan bagaimana interelasi
antara lambang-lambang itu (pemisahannya, penggabungannya) dalam suatu bahasa
disebut ejaan.
5. Makna
Pemakaian bahasa yang benar berhubungan
dengan ketepatan menggunakan kata yang sesuai dengan tuntutan makna. Misalnya,
dalam bahasa ilmu tidak tepat digunakan kata-kata yang bermakna konotatif (kata
kiasan tidak tepat digunakan dalam ragam bahasa ilmu). Jadi, pemakaian bahasa
yang benar adalah pemakaian bahasa yang sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa.
Kriteria pemakaian bahasa yang baik adalah ketepatan memilih ragam bahasa yang
sesuai dengan kebutuhan komunikasi. Pemilihan ini berhubungan dengan topik yang
dibicarakan, tujuan pembicaraan, orang yang diajak berbicara (kalau lisan) atau
orang yang akan membaca (kalau tulis), dan tempat pembicaraan. Selain itu,
bahasa yang baik itu bernalar, dalam arti bahwa bahasa yang kita gunakan logis
dan sesuai dengan tata nilai masyarakat kita.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari
uraian di atas kita dapat mengambil kesimpulan, yaitu :
1. Bahasa
Indonesia yang baik adalah Bahasa Indonesia yang pemakaiannya sesuai dengan
situasi dan kondisi dengan memperhatikan pemakaian ragam bahasa yang serasi
dengan sasarannya, sedangkan Bahasa Indonesia yang benar adalah pemakaian
bahasa yang sesuai dengan kaidah- kaidah bahasa.
2. Cara
menggunakan Bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari yang baik dan benar adalah
menggunakan bahasa yang sesuai dengan situasi dan kondisi (memperhatikan
pemakaian ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya), serta sesuai dengan
kaidah ejaan atau ejaan yang disempurnakan.
B. Saran-Saran
Berdasarkan
kesimpulan diatas, kita harus menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar
dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menggunakan bahasa yang baku sesuai dengan
kaidah ejaan atau ejaan yang disempurnakan.
DAFTAR PUSTAKA
4.
Moeliono,
Anton. 1988. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai
Pustaka
No comments:
Post a Comment