Breaking News

Makalah

Thursday, November 16, 2017

makalah PENGERTIAN BERBAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR







PENGERTIAN BERBAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR



MAKALAH

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia
Dosen Pengampu : Dra. Suryatun, M.Pd

Oleh :

        1. Titik Handayani                    NIM : 117120
        2. Yunita Sari                                     NIM : 117122
        3. Ferry Achmad Chusaini                  NIM : 117104          
        4. Ahmad Fauzan                      NIM : 117098

KELAS/ SEMESTER    : F/1
PRODI/JURUSAN        : TARBIYAH/PAI

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM PATI
2017


KATA PENGANTAR
          Segala puji dan syukur penulis haturkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan bimbingan-Nya makalah ini dapat diselesaikan sesuai dengan rencana. Makalah yang berjudul “Pengertian BerBahasa Indonesia yang baik dan benar ” Ini sebagai pemenuhan tugas dari Dosen Pembimbing Bahasa Indonesia.
          Selama penyusunan makalah ini banyak kendala yang dihadapi, namun berkat bimbingan serta bantuan dari berbagai pihak semua kendala tersebut dapat teratasi. Pada kesempatan ini dengan ketulusan hati penulis, penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada :
1.      Orang tua yang selalu memberi doa dan restu
2.      Ibu Suryatun selaku dosen mata kuliah Bahasa Indonesia
3.      Semua pihak yang terkait dalam penulisan makalah ini
Penulis merasa masih banyak kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis, untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua, Amin.

                                                                                    Pati,    November 2017

                                                                                    Penulis









DAFTAR ISI
Halaman Judul            …………………………………………………………..      i
Kata Pengantar           ..........................................................................................      ii
Daftar Isi                     ..........................................................................................      iii
BAB I PENDAHULUAN.....................................................................................                1          A. Latar Belakang            ................................................................................    1          B. Rumusan Masalah…………………………………………………….. 1
            C. Tujuan Penulisan………………………………………………………    2
BAB II              PEMBAHASAN ……………………………………………………….    3          A.  Pengertian Bahasa Indonesia Yang Baik dan Benar …………………   3
B. Menggunakan Bahasa Indonesia Dalam Kehidupan Sehari-hari………   4

BAB III  PENUTUP................................................................................................  8          A. Kesimpulan            ..................................................................................  8
            B. Saran                      ..................................................................................  8

DAFTAR PUSTAKA            ..........................................................................................  9










                                                                                                              


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Istilah Bahasa Indonesia yang baik telah dikenal oleh masyarakat secara luas dalam kehidupan sehari-hari. Namun pengenalan istilah tidak menjamin secara komperhensif konsep dan makna istilah Bahasa Indonesia yang baik itu. Hal ini terbukti bahwa masih banyak orang atau masyarakat berpendapat bahwa Bahasa Indonesia yang baik sama dengan Bahasa Indonesia yang baku atau Bahasa Indonesia yang benar. Slogan “pergunakanlah Bahasa Indonesia yang baik dan benar”, tampaknya mudah diucapkan, namun maknanya tidak jelas. Slogan tersebut diartikan oleh sebagian besar masyarakat bahwa di segala tempat kita harus menggunakan Bahasa Indonesia yang baku. Selain itu, masalah lain yang perlu kita soroti adalah sebagian besar orang terkadang sulit untuk melakukan komunikasi yang interaktif satu sama lain, bukan berarti karena mereka tidak bisa berBahasa Indonesia yang baku dengan lancar. Bahasa Indonesia yang baku dan Bahasa Indonesia yang benar belum tentu dapat menjamin tersampaikannya maksud dan tujuan kepada lawan bicara. Sehingga dibutuhkan susunan Bahasa Indonesia yang fleksibel yang artinya dapat dengan mudah menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi.
Dengan gambaran kondisi yang demikian itu, dimana pengetahuan masyarakat masih kurang tepat dan terbatas berkaitan dengan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari. Di dalam makalah ini penulis akan membahas tentang pengertian Bahasa Indonesia yang baik, cara berBahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari, serta manfaat penggunaan Bahasa Indonesia.

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana pengertian Bahasa Indonesia yang baik dan benar ?
2.      Bagaimana cara menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari ?


C.    Tujuan Penulisan
        Dalam makalah ini terdapat dua tujuan yaitu :
        1.     Menjelaskan pengertian Bahasa Indonesia yang baik dan benar
        2.     Menjelaskan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari






















BAB II
PEMBAHASAN

A.  Pengertian Bahasa Indonesia Yang Baik dan Benar
BerBahasa Indonesia yang baik adalah berBahasa Indonesia yang sesuai dengan tempat terjadinya kontak berbahasa, sesuai dengan siapa lawan bicara, dan sesuai dengan topik pembicaraan. Bahasa Indonesia yang baik tidak selalu perlu beragam baku. Yang perlu diperhatikan dalam berBahasa Indonesia yang baik adalah pemanfaatan ragam yang tepat dan serasi menurut golongan penutur dan jenis pemakaian bahasa. Orang yang mahir menggunakan bahasanya sehingga maksud hatinya mencapai sasarannya, apa pun jenisnya itu, dianggap berbahasa dengan efektif. Pemanfaatan ragam yang tepat dan serasi menurut golongan penutur dan jenis pemakaian bahasa itulah yang disebut bahasa yang baik atau tepat. Bahasa yang harus mengenai sasarannya tidak selalu perlu bergam baik (Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, 1988, halaman 19). Jadi jika kita berbahasa benar belum tentu baik untuk mencapai sasarannya, begitu juga sebaliknya, jika kita berbahasa baik belum tentu harus benar, kata benar dalam hal ini mengacu kepada bahasa baku. Contohnya jika kita melarang seorang anak kecil naik ke atas meja, “Hayo adek, nggak boleh naik meja, nanti jatuh!” Akan terdengar lucu jika kita menggunakan bahasa baku, “Adik tidak boleh naik ke atas meja, karena nanti engkau bisa jatuh!”. Pemakaian Bahasa Indonesia yang baik perlu memperhatikan pemakaian ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya .(Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1988, halaman 20).
Kalau kita cermati kutipan-kutipan di atas tentang apa itu Bahasa Indonesia yang baik, erat sekali hubungannya dengan ragam bahasa. Berarti untuk lebih memahaminya kita juga perlu tahu apa saja ragam bahasa yang ada di dalam Bahasa Indonesia. Sepertinya perlu pembahasan tersendiri mengenai hal itu. Jadi yang penting dalam masalah “yang baik dan benar” kali ini adalah kita tetap berbahasa sesuai keadaan, situasi, dengan siapa kita berbicara, dan untuk tujuan apa kita berbahasa.
Penggunaan bahasa dengan baik menekankan aspek komunikatif bahasa. Hal itu berarti bahwa kita harus memperhatikan sasaran bahasa kita. Kita harus memperhatikan kepada siapa kita akan menyampaikan bahasa kita. Oleh sebab itu, unsur umur, pendidikan, agama, status sosial, lingkungan sosial, dan sudut pandang khalayak sasaran kita tidak boleh kita abaikan. Cara kita berbahasa kepada anak kecil dengan cara kita berbahasa kepada orang dewasa tentu berbeda. Penggunaan bahasa untuk lingkungan yang berpendidikan tinggi dan berpendidikan rendah tentu tidak dapat disamakan. Kita tidak harus menyampaikan sesuatu hal dengan menggunakan  bahasa yang sederhana dan mudah difahami kepada anak usia SD. Selain umur yang berbeda, daya serap seorang anak dengan orang dewasa tentu saja berbeda. Lebih lanjut lagi, karena berkaitan dengan aspek komunikasi, maka unsur-unsur komunikasi menjadi penting, yakni pengirim pesan, isi pesan, media penyampaian pesan, dan penerima pesan. Pengirim pesan adalah orang yang akan menyampaikan suatu gagasan kepada penerima pesan, yaitu pendengar atau pembacanya, bergantung pada media yang digunakannya. Jika pengirim pesan menggunakan telepon, media yang digunakan adalah media lisan. Jika ia menggunakan surat, media yang digunakan adalah media tulis. Isi pesan adalah gagasan yang ingin disampaikan kepada penerima pesan.
Marilah kita gunakan contoh sebuah majalah atau buku. Pengirim pesan dapat berupa penulis artikel atau penulis cerita, baik komik, dongeng, atau narasi. Isi pesan adalah permasalahan atau cerita yang ingin disampaikan atau dijelaskan. Media pesan merupakan majalah, komik, atau buku cerita. Semua bentuk tertulis itu disampaikan kepada pembaca yang dituju. Cara artikel atau cerita itu disampaikan tentu disesuaikan dengan pembaca yang dituju. Berarti, dalam pembuatan tulisan itu akan diperhatikan jenis permasalahan, jenis cerita, dan kepada siapa tulisan atau cerita itu ditujukan.

B. Menggunakan Bahasa Indonesia Dalam Kehidupan Sehari-hari
         Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari harus sesuai dengan norma kemasyarakatan yang berlaku. Misalnya dalam situasi nonformal seperti di warung, di pasar, di rumah dan lain- lain hendaknya menggunakan Bahasa Indonesia yang tidak terlalu terikat. Contohnya, “ Berapa nih, Bu, ikannya ? “.
       Sedangkan pada situasi formal seperti kuliah, seminar, rapat dan lain- lain, menggunakan Bahasa Indonesia yang resmi dan formal serta memperhatikan kaidah Bahasa Indonesia yang berlaku, seperti kaidah ejaan, kaidah pembentukan kata dan kaidah penyusunan kalimat. Jika kaidah – kaidah bahasa kurang ditaati, maka pemakaian Bahasa Indonesia tersebut tidak benar atau tidak baku. Jadi, berBahasa Indonesia yang baik dan benar adalah pemakaian ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya dan juga mengikuti kaidah bahasa yang benar. Agar penggunaan Bahasa Indonesia dapat digunakan dalam berkomunikasi di lingkungan masyarakat, ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan antara lain:
1.      Isi atau makna, yaitu berhubungan dengan pikiran, gagasan atau perasaan yang disampaikan
2.      Keadaan pemakaian bahasa, yaitu yang berhubungan dengan suasana tempat, atau waktu bahasa
3.      Sasaran/,obyek yaitu yang berkenaan dengan usia, kelamin, pendidikan, pekerjaan dan kedudukan
4.      Sarana saluran yang digunakan, misalnya melalui telepon, radio, televisi
5.      Cara berhubungan langsung atau tidak langsung, misalnya melalui forum rapat, televisi, radio, dan surat
       Maka dari itu, sebaiknya kita harus selalu berBahasa Indonesia yang baik dan benar yang berarti pemakaian bahasa yang sesuai dengan sasarannya dan mengikuti kaidah bahasa yang benar. BerBahasa Indonesia yang baik dan benar sebaiknya mengacu ke ragam bahasa yang sekaligus memenuhi persyaratan kebaikan dan kebenaran.
       Selain itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat kita menggunakan Bahasa Indonesia yaitu :
1. Tata bunyi (fonologi), fonologi pada umumnya dibagi atas dua bagian yang meliputi :
a)         Fonetik, adalah ilmu yang menyelidiki dan menganalisa bunyi-bunyi ujaran yang dipakai dalam tutur, serta mempelajari bagaimana menghasilkan bunyi-bunyi tersebut dengan alat ucap manusia.
b)        Fonemik, adalah ilmu yang mempelajari bunyi atau ujaran yang dalam fungsinya sebagai pembeda arti.
Kalau dalam fonetik kita mempelajari segala macam bunyi yang dapat dihasilkan oleh alat ucap serta bagaimana tiap-tiap bunyi itu dilaksanakan, maka dalam fonemik kita mempelajari dan menyelidiki kemungkinan-kemungkinan, bunyi-bunyi yang dapat mempunyi fungsi untuk membedakan arti.
2. Tata bahasa (kalimat)
Yang perlu diperhatikan dalam tata bahasa (kalimat) ialah apakah kalimat-kalimat yang kita hasilkan dapat memenuhi syarat sebagai kalimat yang benar (gramatikal). Selain itu, apakah kita dapat mengenali kalimat-kalimat gramatikal yang dihasilkan orang lain. Dengan kata lain, kita dituntut untuk memiliki wawasan Bahasa Indonesia dengan baik agar kita dapat menghasilkan kalimat-kalimat yang gramatikal dalam komunikasi baik lisan maupun tulis, dan kita dapat mengenali kalimat-kalimat yang dihasilkan orang lain apakah gramatikal atau tidak. Suatu pernyataan merupakan kalimat jika di dalam pernyataan itu terdapat predikat dan subjek. Jika dituliskan, kalimat diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik, tanda seru, atau tanda tanya. Pernyataan tersebut adalah pengertian kalimat dilihat dari segi kelengkapan gramatikal kalimat ataupun makna untuk kalimat yang dapat mandiri, kalimat yang tidak terikat pada unsur lain dalam pemakaian bahasa. Dalam kenyataan pemakaian bahasa sehari-hari terutama ragam lisan terdapat tuturan yang hanya terdiri dari unsur subjek saja, predikat saja, objek saja, atau keterangan saja.

3. Kosakata,
Dalam menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, kita dituntut untuk memilih dan menggunakan kosa kata bahasa yang benar. Kita harus bisa membedakan antara ragam bahasa baku dan ragam bahasa tidak baku, baik tulis maupun lisan. Ragam bahasa dipengaruhi oleh sikap penutur terhadap kawan bicara (jika lisan) atau sikap penulis terhadap pembaca (jika dituliskan). Sikap itu antara lain resmi, akrab, dingin, dan santai. Perbedaan-perbedaan itu tampak dalam pilihan kata dan penerapan kaidah tata bahasa. Sering pula ragam ini disebut gaya. Pada dasarnya setiap penutur bahasa mempunyai kemampuan memakai bermacam ragam bahasa itu. Namun, keterampilan menggunakan bermacam ragam bahasa itu bukan merupakan warisan melainkan diperoleh melalui proses belajar, baik melalui pelatihan maupun pengalaman. Keterbatasan penguasaan ragam/gaya menimbulkan kesan bahwa penutur itu kurang luas pergaulannya. Jika terdapat jarak antara penutur dengan kawan bicara (jika lisan) atau penulis dengan pembaca (jika ditulis), akan digunakan ragam bahasa resmi atau apa yang dikenal bahasa baku. Makin formal jarak penutur dan kawan bicara, akan makin resmi dan berarti makin tinggi tingkat kebakuan bahasa yang digunakan. Sebaliknya, makin rendah tingkat keformalannya, makin rendah pula tingkat kebakuan bahasa yang digunakan.
4. Ejaan,
Dalam bahasa tulis kita menemukan adanya bermacam-macam tanda yang digunakan untuk membedakan arti sekaligus sebagai pelukisan atas bahasa lisan. Segala macam tanda tersebut untuk menggambarkan perhentian antara , perhentian akhir, tekanan, tanda tanya dan lain-lain. Tanda-tanda tersebut dinamakan tanda baca. Ejaan suatu bahasa tidak hanya berkisar pada persoalan bagaimana melambangkan bunyi-bunyi ujaran serta bagaimana menempatkan tanda-tanda baca dan sebagainya, tetapi juga meliputi hal-hal seperti: bagaimana memotong suku kata, bagaimana menggabungkan kata-kata, baik dengan imbuhan-imbuhan maupun antara kata dengan kata. Pemotongan itu harus berguna terutama bagaimana kita harus memisahkan huruf-huruf itu pada akhir suatu baris, bila baris itu tidak memungkinkan kita menuliskan seluruh kata di sana. Selain itu, penggunaan huruf kapital juga merupakan unsur penting yang harus diperhatikan dalam penulisan dengan ejaan yang tepat. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa keseluruhan peraturan bagaimana menggambarkan lambang-lambang bunyi ujaran dan bagaimana interelasi antara lambang-lambang itu (pemisahannya, penggabungannya) dalam suatu bahasa disebut ejaan.
5. Makna
Pemakaian bahasa yang benar berhubungan dengan ketepatan menggunakan kata yang sesuai dengan tuntutan makna. Misalnya, dalam bahasa ilmu tidak tepat digunakan kata-kata yang bermakna konotatif (kata kiasan tidak tepat digunakan dalam ragam bahasa ilmu). Jadi, pemakaian bahasa yang benar adalah pemakaian bahasa yang sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa. Kriteria pemakaian bahasa yang baik adalah ketepatan memilih ragam bahasa yang sesuai dengan kebutuhan komunikasi. Pemilihan ini berhubungan dengan topik yang dibicarakan, tujuan pembicaraan, orang yang diajak berbicara (kalau lisan) atau orang yang akan membaca (kalau tulis), dan tempat pembicaraan. Selain itu, bahasa yang baik itu bernalar, dalam arti bahwa bahasa yang kita gunakan logis dan sesuai dengan tata nilai masyarakat kita.








BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan
          Dari uraian di atas kita dapat mengambil kesimpulan, yaitu :
1.       Bahasa Indonesia yang baik adalah Bahasa Indonesia yang pemakaiannya sesuai dengan situasi dan kondisi dengan memperhatikan pemakaian ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya, sedangkan Bahasa Indonesia yang benar adalah pemakaian bahasa yang sesuai dengan kaidah- kaidah bahasa.
2.       Cara menggunakan Bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari yang baik dan benar adalah menggunakan bahasa yang sesuai dengan situasi dan kondisi (memperhatikan pemakaian ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya), serta sesuai dengan kaidah ejaan atau ejaan yang disempurnakan.

B.      Saran-Saran
           Berdasarkan kesimpulan diatas, kita harus menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menggunakan bahasa yang baku sesuai dengan kaidah ejaan atau ejaan yang disempurnakan.










DAFTAR PUSTAKA

4.      Moeliono, Anton. 1988. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

No comments:

© Copyright YONGKIRUDI