Breaking News

Makalah

Friday, May 3, 2019

makalah ADMINISTRASI PENDIDIKAN



ADMINISTRASI PENDIDIKAN

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Administrasi Pendidikan
Dosen Pengampu : Iffah Mardi Yati, S.Pd.I., M.Si.


Oleh :

1. Kholilurrohman            NIM  : 117107
2. Titik Handayani            NIM  : 117120



KELAS/ SEMESTER    : F/IV
PRODI/JURUSAN        : TARBIYAH/PAI


SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM PATI
2019







ADMINISTRASI PENDIDIKAN

A.    Pendahuluan
Administrasi Pendidikan adalah sebuah proses kerja sama untuk mencapai tujuan pendidikan dengan melihat hubungan antar komponen pendidikan sehingga dapat memperbaiki sistem pendidikan dengan menggunakan perangkat yang mendukung kegiatan pembelajaran.[1]Administrasi Pendidikan seringkali disalah artikan sebagai semata- mata ketatausahaan pendidikan. Namun dari uraian berikut ini akan diketahui bahwa pengertian administrasi pendidikan sebenarnya adalah bukan sekadar itu. Mendefinisikan administrasi pendidikan tidak begitu mudah, karena ia menyangkut pengertian yang luas.
Culbertson (1982), mengatakan bahwa Schwab pada tahun enam puluhan telah mendiskusikan bagaimana kompleksnya administrasi pendidikan sebagai ilmu. la memperkirakan bahwa ada sekitar 50.000 masalah yang mungkin timbul dalam pelaksanaan administrasi pendidikan. Angka ini ia perkirakan dari berbagai fenomena yang ada kaitannya dengan administrasi pendidikan, seperti masyarakat, sekolah, guru, murid, orang tua, dan variabel yang berhubungan dengan itu.[2]

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana pengertian Administrasi Pendidikan ?
2.      Bagaimana latar belakang diperlukannya administrasi pendidikan ?
3.      Bagaimana tujuan dan fungsi administrasi pendididkan ?

C.    Pembahasan
1.      Pengertian Administrasi pendidikan
Untuk menjelaskan kata administrasi pendidikan, kita tidak dapat melepaskan diri dari pengertian ilmu administrasi pada umumnya. Bahkan dapat pula dikatakan bahwa administrasi pendidikna adalah penggunaan atau aplikasi ilmu administrasi ke dalam pendidikan. Oleh karena itu, sebelum menguraikan apakah administrasi pendidikan itu, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apakah yang dimaksud administrasi.
Kata administrsi berasal dari bahasa latin yang terdiri dari kata ad dan ministrasi. Kata ad mempunyai arti yang sama dengan kata to dalam bahasa inggris, yang berarti “ke” atau “kepada”. Dan ministrasi sama artinya dengan kata to serve atau to conduct yang berarti “melayani” atau “mengarahkan”. Dalam bahasa inggris to administrasi berarti pula “mengatur”, “memelihara” (to look after), dan “mengarahkan “[3]
Jadi kata administrasi dapat di artikan sebagai suatu kegiatan atau usaha membantu, mengarahkan, melayani, mengatur.
Dari segi istilah, pengertian administrasi banyak ahli yang menelitinya. Untuk memberikan pemahaman yang lebih luas tentang administrasi, berikut ini dikemukakan pendapat para pakar:
a.       Henry Fayol (1841-1929), pakar manajemen Perancis, mengemukakan bahwa administrasi adalah fungsi dalam organisasi niaga yang unsur-unsurnya adalah perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, pengkoordinasian, dan pengawasan.
b.      Jesse B. Sears (1950) mengemukakan bahwa administrasi adalah proses kegiatan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, koordinasi, dan pengawasan (Educational administration is the process as including the following activities planning, organization, direction, coordination, and control).
c.       William H. Newman (1951) menyatakan bahwa administrasi dapat dipahami sebagai bimbingan, kepemimpinan dan pengawasan usaha-usaha suatu kelompok orang ke arah pencapaian tujuan bersama.
d.      Ordway Tead (1953) mengemukakan bahwa administrasi adalah usaha yang luas mencakup segala bidang untuk memimpin, mengusahakan, mengatur kegiatan kerjasama manusia yang ditujukan pada tujuan-tujuan dan maksud - maksud tertentu.
e.       The Liang Gie (1983) mengemukan bahwa administrasi adalah segenap rangkaian kegiatan penataan terhadap pekerjaan-pekerjaan induk dan sumber - sumber kegiatan lainnya yang bermaksud mencapai tujuan apapun dalam usaha bersama dari sekelompok orang.
f.       Administrasi, menurut Sondang P. Siagian (1985) adalah keseluruhan proses pelaksanaan dari pada keputusan yang telah diambil dan pelaksanaan itu pada umumnya dilakukan oleh dua orang manusia atau lebih untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.[4]
Dari segi istilah, pengertian pendidikan banyak ahli yang menelitinya Untuk memberikan pemahaman yang lebih luas tentang pendidikan, berikut ini dikemukakan pendapat para pakar:
a.       J.J. Rousseau mengembangkan teori pendidikan naturalistik (kembali ke alam). Tujuan pendidikan menurut Rousseau adalah membentuk manusia bebas, merdeka tanpa tekanan dan ikatan. (Engkoswara dan Aan Komariah, 2010: 22).
b.      M.J. Langeveld (dalam Engkoswara dan Aan Komariah, 2010: 22) dengan teori pendidikan fenomenologis, bertolak dari analisis tentang situasi pendidikan. Dengan analisis fenomena pendidikan, ditemukan unsur-unsur pendidikan yang perlu diperhatikan untuk mencapai tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan, menurut Langeveld, adalah kedewasaan individu dalam aspek-aspek inedividualistik, sosialitas, moralitas, dan personalitas. Keseluruhan situasi pendidikan, termasuk tujuan pendidikan, pada akhirnya bermuara pada konteks sosio-kultural "di sini dan sekarang".
c.       Dalam pandangan Piaget (dalam Sagala, 2009) pendidikan dapat didefinisikan sebagai penghubung dua sisi. Di satu sisi individu yang sedang tumbuh berkembang, dan di sisi lain nilai sosial, intelektual dan moral yang menjadi tanggung jawab pendidik untuk mendorong individu tersebut.
d.       Bruner (dalam Sagala, 2009) menegaskan bahwa pendidikan bukan sekedar persoalan teknik pengelolaan informasi, bahkan bukan penerapan teori belajar di kelas atau menggunakan hasil ujian prestasi yang berpusat pada mata pelajaran. Pendidikan merupakan usaha yang kompleks untuk menyesuaikan sumber kegiatan lainnya yang bermaksud mencapai tujuan dalam usaha bersama dari sekelompok orang.
Engkoswara (1983) mengatakan Administrasi pendidikan adalah ilmu yang mempelajari penataan sumber daya manusia yaitu, kurikulum dan fasilitas untuk mencapai pendidikan secara optimal dan penciptaan suasana yang baik bagi manusia dalam mencapai tujuan pendidikan secara produktif, yaitu efektif dan efesien. Administrasi adalah produktifitas pendidikan yang dapat dilihat pada produk atau efisiensi dalam pendidikan ukuran keberhasilan.[5]
Dengan memperhatikan pengertian administrasi pendidikan yang dikemukakan di atas, dapat disimpulkan bahwa administrasi pendidikan merupakan rangkaian proses kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, mengerahkan, dan mengontrol pelaksanaan kegiatan dengan memanfaatkan sumber daya dan fasilitas yang tersedia untuk mencapai tujuan pendidikan. Tentu saja pencapaian tujuan pendidikan yang dimaksud akan sangat bergantung pada ruang lingkup dan jenjang pendidikan. Sebagai suatu proses kegiatan, dituntut kerjasama berbagai pihak dalam upaya mencapai tujuan bersama. Bentuk kerjasama ini ditunjukkan dengan melibatkan semua stakeholder pendidikan dalam penyelenggaraan program dan kegiatan kependidikan.

2.      Latar Belakang Diperlukanya Administrasi Pendidikan
a.       Pengaturan
 Administrasi suatu lembaga pendidikan merupakan suatu sumber utama manajemen dalam mengatur proses belajar mengajar dengan tertib sehingga tercapainya suatu tujuan terpenting pada lembaga pendidikan tersebut yang sangat diperlukan oleh para pelaku pendidikan untuk melakukan tugas dan profesinya. Kepala Sekolah dan guru disekolah sangat memerlukan data-data tentang siswa, kurikulum, sarana dan sebagainya untuk pengelolaan sekolah sehari-hari. Pengawas tingkat sekolah memerlukan data-data tersebut sebagai bahan sarana supervisi. Untuk tingkat yang lebih tinggi misalnya Dinas Penididikan mulai tingkat kecamatan sampai provinsi memerlukan data-data tersebut untuk pelaporan yang lebih tinggi, untuk melakukan pembinaan, serta untuk menyusun rencana atau program pendidikan pada masa mendatang. Di tingkat pusat (nasional) data pendidikan diperlukan untuk perencanaan yang lebih makro, melakukan pembinaan, pengawasan, penilaian (evaluasi), dan keperluan administrasi lainnya.

b.      Penataan
Data pendidikan yang terdapat di sekolah sangat banyak macam dan jenisnya. Ada yang bersifat relatif tetap dan ada yang selalu berubah. Untuk mendapatkan gambaran perubahan data dari waktu ke waktu, perlu dilakukan pencatatan yang teratur dan berkelanjutan dengan menggunakan sistem yang baku dalam satu sistem. Agar pencatatan data lebih akurat dan benar sesuai yang diharapkan tenaga administrasi yang terampil dan mengetahui apa yang menjadi tugasnya. Di lembaga pendidikan tingkat menengah hampir sebagian besar belum ada tenaga administrasi sesuai yang diharapkan. Kepala Sekolah sebagai administrator di lingkungan sekolah yang dipimpinnya, dalam melaksanakan tugas administrasi dibantu oleh guru dengan cara membagi tugas administrasi mereka. Agar dalam melaksanakan tugas administrasi dan pelaporan, cepat dan benar diperlukan pedoman administrasi sekolah dasar. Kebanyakan orang berpendapat bahwa administrasi hanya dianggap sebagai kegiatan tulis-menulis dan pembukuan keuangarn. Pandangan tersebut kadang-kadang ada benarnya juga dan bukan tidak beralasan. Secara fisik dan kenyataannya kegiatan admninistasi memang dilakukan dalam praktik tulis menulis, baik menggunakan tangan, alat tulis, mesin ketik atau komputer. padahal secara teoritis kegiatan administrasi lebih luas dari pada itu,  bukan saja sebagai kegiatan pendukung dalam melengkapai kegiatan yang ada di lapangan. Pandangan demikian itu tidak sepenuhnya juga benar.  Pelaksanaan administrasi dalam bentuk tulis menulis atau lebih dikenal dengan ke-Tata Usahaan di sebuah lembaga pendidikarn mempunyai peranan yang sangat penting, terkait di berbagai bidang, baik hukum, sosial maupun ekonomi dan lain-lain, sehingga tidak bisa dipandang kurang penting pencatatan, maupun surat menyurat bahkan masalah administrasi yang berupa dokumen seperti ijazah, sertifikat, dan surat-surat penting lainnya akan mempunyai nilai tinggi sekali di mata hukum, jika akurasi isinya dijamin benar. Oleh karena itu kebenaran data administrasi menuntut kejujuran dan kedisiplinan baik pelaksana maupun pengelolanya, karena produk administrasi yang demikian ini biasanya digunakan untuk memperkuat bukti- bukti fisik ditinjau dari aspek hukum.

c.       Kebutuhan Informasi Dalam bidang pendidikan
Kebutuhan informasi mulai dari data lembaga, sarana kurikulum sampai dengan data asal dan kondisi ekonomi siswa, sangat diperlukan baik oleh perorangan maupun lembaga-lembaga pemerintah dan swasta, maupun untuk kepentingan penelitian mahasiswa. Dalam rangka memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat umum, tentu hal ini menjadi tantangan bagi para pemikir administrasi pendidikan untuk menciptakan format data administrasi pendidikan dan sistem pengelolaan data administrasi kependidikan yang mampu mengakomodir berbagai keperluan. Seiring dengan kemajuan teknologi yang semakin cepat ini, sudah tentu format administrasi pendidikan harus capable terhadap teknologi informasi saat ini. Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa administrasi dalam pendidikan yang tertib dan teratur, sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan pendidikan bagi Kepala Sekolah dan Guru. Peningkatan kemampuan tersebut akan berakibat positif, yaitu makin meningkatnya efisiensi, mutu dan perluasan pada kinerja di dunia pendidikan tersebut. Untuk memperlancar kegiatan di atas agar lebih efektif dan efisien perlu informasi yang memadai. Sistem informasi di dunia pendidikan ini menyangkut dua hal pokok yaitu kegiatan pencatatan data (recording system) dan pelaporan (reporting system).[6]

3.      Tujuan dan Fungsi Administrasi Pendididkan
a.       Tujuan Administrasi Pendidikan
Tujuan administrasi pendidikan pada umumnya adalah agar semua kegiatan mendukung tercapainya tujuan pendidikan atau dengan kata lain administrasi yang digunakan dalam dunia pendidikan diusahakan untuk mencapai tujuan pendidikan. Sergiovanni dan carver menyebutkan empat tujuan administrasi yaitu :
1) Efektifitas produksi
2) Efesiensi
3) Kemampuan menyesuaikan diri (adaptivenes)
4) Kepuasan kerja
Keempat tujuan tersebut digunakan sebagai kriteria untuk menentukan keberhasilan dalam penyelenggaraan sekolah. Sebagai contoh sekolah mempunyai fungsi untuk mencapai efektivitas produksi, yaitu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan kurikulum. Dalam pencapaian tujuan tersebut harus dilakukan usaha seefisien mungkin, yaitu menggunakan kemampuan dana, dan tenaga seminimal mungkin, tetapi memberikan hasil sebaik mungkin, sehingga lulusan tersebut dapat melanjutkan ketingkat berikutnya dan dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkunganya yang baru dan selanjutnya lulusan ini akan mencari kerja pada perusahaan yang memberikan kepuasan kerja kepada mereka Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan administrasi pendidikan mencakup efektifitas produksi, efesiensi, kemampuan menyesuaikan diri, dan kepuasan kerja.

b.      Fungsi Administrasi Pendidikan
Adapun fungsi administrasi pendidikan menurut H. Asnawir adalah sebagai berikut:
1)      Mengangkat derajat kinerja pekerja dan menolong mensukseskan dan memperbaiki kinerja tersebut.
2)      Menciptakan iklim kerja yang baik untuk menerapkan prinsip- prinsip hubungan kemanusiaan yang sehat dengan menekankan penghargaan kepada setiap orang pada lembaga pendidikan yang bersangkutan
3)      Mendorong menterjemahkan, merobah pikiran-pikiran dan teori- teori pendidikan menjadi kurikulum, program metode, media prosedur dan berbagai aktivitas pendidıkan lainnya untuk menempuh jalan yang tepat dalam rangka mencapai tujuan pendidikan
4)      Berusaha menghubungkan/mempertemukan lembaga pendidikan dengan masyarakat kearah pengembangan, kemajuan dan kestabilan.
Selain itu, fungsi administrasi pendidikan menurut Asnawir, meliputi:
1)      Planing atau perencanaan
Perencanaan merupakan kegiatan awal yang harus dilakukan dan juga merupakan persiapan dalam kegiatan administrasi, dan dianggap syarat mutlak bagi setiap organisasi atau lembaga baik perorangan maupun kelompok.
2)      Organizing atau pengorganisasian.
Pengorganisasian adalah aktivitas penyusunan, pembentukan hubungan kerja antara orang-orang/ organ-organ sehingga terwujud suatu kesatuan usaha dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan atau penyusunan bagian-bagian yang terpisah sehingga terjadi suatu kesatuan dan tindakan untuk mencapai tujuan tersebut.
3)      Fungsi Penggerakan atau Actuation
Aktuasi artinya menggerakkan orang-orang dalam organisasi agar mau bekerja dengan penuh kesadaran secara bersama-sama mencapai tujuan yang diharapkan.
4)      Controlling atau Pengawasan
Pengawasan merupakan kegiatan-kegiatan dan tindakan-tindakan untuk mengamankan rencana dan keputusan yang telah dibuat atau yang sedang dilaksanakan.[7]
Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa fungsi dari administrasi pendidikan mencakup berbagai hal dalam suatu lembaga baik yang terkait dengan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, maupun pengwasan. Jika dalam sebuah lembaga fungsi dari administrasi pendidikan ini berjalan dengan baik, maka produk yang dihasilkan akan selalu berorientasi pada kualitas.

D.    Kesimpulan
Administrasi Pendidikan adalah sebuah proses kerja sama untuk mencapai tujuan pendidikan dengan cara melaksanakan kegiatan atau usaha membantu, mengarahkan, melayani, mengatur dengan memanfaatkan sumber daya dan fasilitas yang tersedia untuk mencapai tujuan pendidikan.
Latar belakang diperlukanya administrasi pendidikan adalah untuk mengatur proses belajar mengajar dengan tertib sehingga tercapainya suatu tujuan terpenting pada lembaga pendidikan tersebut yang sangat diperlukan oleh para pelaku pendidikan untuk melakukan tugas dan profesinya. Selain itu, dalam hal memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat umum, maka perlu disajikan informasi mulai dari data lembaga, sarana kurikulum sampai dengan data asal dan kondisi ekonomi siswa.













DAFTAR PUSTAKA

Dewan Redaksi Jurnal Al-Idarah, Jurnal menejemen pendidikan, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah, 2014
https://id.wikipedia.org/wiki/Administrasi_Pendidikan
Mahfud, Halim, Administrasi Pendidikan,  Makasar: Aksara Timur, 2015
Marmoah, Sri, Administrasi dan Supervisi Pendididkan Teori dan Praktek , Yogyakarta : CV. Budi Utomo, 2012
Purwanto, Ngalim, Administrai dan Supervisi Pendidikan, Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 2014
Soetjipto dan  Raflis Kosasi, Profesi Keguruan , Jakarta : PT Rineka Cipta, 1999



[1]https://id.wikipedia.org/wiki/Administrasi_Pendidikan
[2]Soetjipto dan  Raflis Kosasi, Profesi Keguruan , (Jakarta : PT Rineka Cipta, 1999), 118.
[3]Ngalim Purwanto, Administrai Dan Supervisi Pendidikan, (Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 2014), 1.
[4] Halim Mahfud,  Administrasi Pendidikan,  (Makasar: Aksara Timur, 2015) , 2-4.
[5]Dewan Redaksi Jurnal Al-Idarah, Jurnal menejemen pendidikan, (Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah ,2014) ,2.

[6]Sri Marmoah, Administrasi dan Supervisi Pendididkan Teori dan Praktek , (Yogyakarta : CV. Budi Utomo, 2012),16-18.
[7] Sri Marmoah, Administrasi dan Supervisi Pendididkan Teori dan Praktek , 19-21.

No comments:

© Copyright YONGKIRUDI