ADMINISTRASI PENDIDIKAN
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Administrasi Pendidikan
Dosen Pengampu : Iffah Mardi
Yati, S.Pd.I., M.Si.

Oleh :
1. Kholilurrohman NIM :
117107
2. Titik Handayani NIM :
117120
KELAS/ SEMESTER : F/IV
PRODI/JURUSAN :
TARBIYAH/PAI
2019
ADMINISTRASI
PENDIDIKAN
A.
Pendahuluan
Administrasi Pendidikan adalah sebuah proses kerja sama untuk
mencapai tujuan pendidikan dengan melihat hubungan antar komponen pendidikan
sehingga dapat memperbaiki sistem pendidikan dengan menggunakan perangkat yang
mendukung kegiatan pembelajaran.[1]Administrasi
Pendidikan seringkali disalah artikan
sebagai semata- mata ketatausahaan pendidikan. Namun dari uraian berikut ini
akan diketahui bahwa pengertian administrasi pendidikan sebenarnya adalah bukan
sekadar itu. Mendefinisikan administrasi pendidikan tidak begitu mudah, karena
ia menyangkut pengertian yang luas.
Culbertson (1982), mengatakan bahwa Schwab pada tahun enam
puluhan telah mendiskusikan bagaimana kompleksnya administrasi pendidikan
sebagai ilmu. la memperkirakan bahwa ada sekitar 50.000 masalah yang mungkin
timbul dalam pelaksanaan administrasi pendidikan. Angka ini ia perkirakan dari
berbagai fenomena yang ada kaitannya dengan
administrasi pendidikan, seperti masyarakat, sekolah,
guru, murid, orang tua, dan variabel yang berhubungan dengan itu.[2]
B.
Rumusan
Masalah
1.
Bagaimana
pengertian Administrasi Pendidikan ?
2.
Bagaimana
latar belakang diperlukannya administrasi
pendidikan ?
3.
Bagaimana
tujuan dan fungsi administrasi pendididkan ?
C.
Pembahasan
1.
Pengertian
Administrasi pendidikan
Untuk menjelaskan kata administrasi pendidikan, kita tidak dapat
melepaskan
diri dari pengertian ilmu administrasi pada umumnya. Bahkan dapat pula
dikatakan bahwa administrasi pendidikna adalah penggunaan atau aplikasi ilmu administrasi
ke dalam pendidikan. Oleh karena itu, sebelum menguraikan apakah administrasi
pendidikan itu, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apakah yang dimaksud
administrasi.
Kata administrsi berasal dari bahasa latin yang terdiri dari kata
ad dan ministrasi. Kata ad mempunyai arti yang sama dengan kata to dalam bahasa
inggris, yang berarti “ke” atau “kepada”. Dan ministrasi sama artinya dengan
kata to serve atau to conduct yang berarti “melayani” atau “mengarahkan”. Dalam
bahasa inggris to administrasi berarti pula “mengatur”, “memelihara”
(to look after), dan
“mengarahkan “[3]
Jadi kata administrasi dapat di artikan sebagai suatu kegiatan atau
usaha membantu, mengarahkan, melayani, mengatur.
Dari segi istilah, pengertian administrasi banyak ahli yang
menelitinya. Untuk memberikan pemahaman yang lebih luas tentang administrasi,
berikut ini dikemukakan pendapat para pakar:
a.
Henry
Fayol (1841-1929), pakar manajemen Perancis, mengemukakan bahwa administrasi
adalah fungsi dalam organisasi niaga yang unsur-unsurnya adalah perencanaan,
pengorganisasian, pemberian perintah, pengkoordinasian, dan pengawasan.
b.
Jesse
B. Sears (1950) mengemukakan bahwa administrasi adalah proses kegiatan yang
meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, koordinasi, dan pengawasan
(Educational administration is the process as including the following
activities planning, organization, direction, coordination, and control).
c.
William
H. Newman (1951) menyatakan bahwa administrasi dapat dipahami sebagai bimbingan,
kepemimpinan dan pengawasan usaha-usaha suatu kelompok orang ke arah pencapaian
tujuan bersama.
d.
Ordway
Tead (1953) mengemukakan bahwa administrasi adalah usaha yang luas mencakup
segala bidang untuk memimpin, mengusahakan, mengatur kegiatan kerjasama manusia
yang ditujukan pada tujuan-tujuan dan maksud - maksud
tertentu.
e.
The
Liang Gie (1983) mengemukan bahwa administrasi adalah segenap rangkaian
kegiatan penataan terhadap pekerjaan-pekerjaan induk dan sumber - sumber
kegiatan lainnya yang bermaksud mencapai tujuan apapun dalam usaha bersama dari
sekelompok
orang.
f.
Administrasi,
menurut Sondang P. Siagian (1985) adalah keseluruhan proses pelaksanaan dari pada
keputusan yang telah diambil dan pelaksanaan itu pada umumnya dilakukan oleh
dua orang manusia atau lebih untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan
sebelumnya.[4]
Dari segi istilah,
pengertian pendidikan banyak ahli yang menelitinya Untuk memberikan pemahaman
yang lebih luas tentang pendidikan, berikut ini dikemukakan pendapat para
pakar:
a.
J.J.
Rousseau mengembangkan teori pendidikan naturalistik (kembali ke alam).
Tujuan pendidikan menurut Rousseau adalah membentuk manusia bebas, merdeka
tanpa tekanan dan ikatan. (Engkoswara
dan Aan Komariah, 2010: 22).
b.
M.J.
Langeveld (dalam Engkoswara dan Aan Komariah, 2010: 22) dengan teori pendidikan
fenomenologis, bertolak dari analisis tentang situasi pendidikan. Dengan
analisis fenomena pendidikan, ditemukan unsur-unsur pendidikan yang
perlu diperhatikan untuk mencapai tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan, menurut
Langeveld, adalah kedewasaan individu dalam aspek-aspek inedividualistik,
sosialitas, moralitas, dan personalitas. Keseluruhan situasi pendidikan,
termasuk tujuan pendidikan, pada akhirnya bermuara pada konteks sosio-kultural
"di sini dan sekarang".
c.
Dalam
pandangan Piaget (dalam Sagala, 2009) pendidikan dapat didefinisikan sebagai
penghubung dua sisi. Di satu sisi individu yang sedang tumbuh berkembang, dan
di sisi lain nilai sosial, intelektual dan moral yang menjadi tanggung jawab
pendidik untuk mendorong individu tersebut.
d.
Bruner (dalam Sagala, 2009) menegaskan bahwa
pendidikan bukan sekedar persoalan teknik pengelolaan informasi, bahkan bukan
penerapan teori belajar di kelas atau menggunakan hasil ujian prestasi yang
berpusat pada mata pelajaran. Pendidikan merupakan usaha yang kompleks untuk
menyesuaikan sumber kegiatan
lainnya yang bermaksud mencapai tujuan dalam usaha bersama dari sekelompok
orang.
Engkoswara
(1983) mengatakan Administrasi pendidikan adalah ilmu yang mempelajari penataan
sumber daya manusia yaitu, kurikulum dan fasilitas untuk mencapai pendidikan
secara optimal dan penciptaan suasana yang baik bagi manusia dalam mencapai
tujuan pendidikan secara produktif, yaitu efektif dan efesien.
Administrasi adalah produktifitas pendidikan yang dapat dilihat pada produk
atau efisiensi dalam
pendidikan ukuran keberhasilan.[5]
Dengan
memperhatikan pengertian administrasi pendidikan yang dikemukakan di atas, dapat disimpulkan bahwa administrasi pendidikan merupakan rangkaian proses kegiatan
merencanakan, mengorganisasikan, mengerahkan, dan mengontrol pelaksanaan
kegiatan dengan memanfaatkan sumber daya dan fasilitas yang tersedia untuk
mencapai tujuan pendidikan. Tentu saja pencapaian tujuan pendidikan yang
dimaksud akan sangat bergantung pada ruang lingkup dan jenjang pendidikan.
Sebagai suatu proses kegiatan, dituntut kerjasama berbagai pihak dalam upaya
mencapai tujuan bersama. Bentuk kerjasama ini ditunjukkan dengan melibatkan
semua stakeholder pendidikan dalam penyelenggaraan program dan kegiatan kependidikan.
2.
Latar
Belakang Diperlukanya Administrasi Pendidikan
a.
Pengaturan
Administrasi suatu lembaga
pendidikan merupakan suatu sumber utama manajemen dalam mengatur proses belajar
mengajar dengan tertib sehingga tercapainya suatu tujuan terpenting pada
lembaga pendidikan tersebut yang sangat
diperlukan oleh para pelaku pendidikan untuk melakukan tugas dan profesinya.
Kepala Sekolah dan guru disekolah sangat memerlukan data-data tentang siswa,
kurikulum, sarana dan sebagainya untuk pengelolaan sekolah sehari-hari. Pengawas
tingkat sekolah memerlukan data-data tersebut sebagai bahan sarana supervisi.
Untuk tingkat yang lebih tinggi misalnya Dinas Penididikan mulai tingkat
kecamatan sampai provinsi memerlukan data-data tersebut untuk pelaporan yang
lebih tinggi, untuk melakukan pembinaan, serta untuk menyusun rencana atau
program pendidikan pada masa mendatang. Di tingkat pusat (nasional) data
pendidikan diperlukan untuk perencanaan yang lebih
makro, melakukan pembinaan, pengawasan,
penilaian (evaluasi), dan keperluan administrasi lainnya.
b.
Penataan
Data pendidikan
yang terdapat di sekolah sangat banyak macam dan jenisnya. Ada yang bersifat
relatif tetap dan ada yang selalu berubah. Untuk mendapatkan gambaran perubahan
data dari waktu ke waktu, perlu dilakukan pencatatan yang teratur dan
berkelanjutan dengan menggunakan sistem yang baku dalam satu sistem. Agar
pencatatan data lebih akurat dan benar sesuai yang diharapkan tenaga
administrasi yang terampil dan mengetahui apa yang menjadi tugasnya. Di lembaga
pendidikan tingkat menengah hampir sebagian besar belum ada tenaga administrasi
sesuai yang diharapkan. Kepala Sekolah sebagai administrator di lingkungan
sekolah yang dipimpinnya, dalam melaksanakan tugas administrasi dibantu oleh
guru dengan cara membagi tugas administrasi mereka. Agar dalam melaksanakan
tugas administrasi dan pelaporan, cepat dan benar diperlukan pedoman
administrasi sekolah dasar. Kebanyakan orang berpendapat bahwa administrasi
hanya dianggap sebagai kegiatan tulis-menulis dan pembukuan keuangarn.
Pandangan tersebut kadang-kadang ada benarnya juga dan bukan tidak beralasan.
Secara fisik dan kenyataannya kegiatan admninistasi memang dilakukan dalam
praktik
tulis menulis, baik menggunakan tangan, alat tulis, mesin ketik atau komputer.
padahal secara teoritis kegiatan administrasi lebih luas dari pada itu, bukan
saja sebagai kegiatan pendukung dalam melengkapai kegiatan yang ada di
lapangan. Pandangan demikian itu tidak sepenuhnya juga benar. Pelaksanaan
administrasi dalam bentuk tulis menulis
atau lebih dikenal dengan ke-Tata Usahaan di sebuah lembaga pendidikarn mempunyai
peranan yang sangat penting, terkait di berbagai bidang, baik hukum, sosial
maupun ekonomi dan lain-lain, sehingga tidak bisa dipandang kurang penting
pencatatan, maupun surat menyurat bahkan masalah administrasi
yang berupa dokumen seperti ijazah, sertifikat, dan surat-surat penting lainnya
akan mempunyai nilai tinggi sekali di mata hukum, jika akurasi isinya dijamin
benar. Oleh karena itu kebenaran data administrasi menuntut kejujuran dan
kedisiplinan baik pelaksana maupun pengelolanya, karena produk administrasi
yang demikian ini biasanya digunakan untuk memperkuat bukti- bukti fisik
ditinjau dari aspek hukum.
c.
Kebutuhan
Informasi Dalam bidang pendidikan
Kebutuhan
informasi mulai dari data lembaga, sarana kurikulum sampai dengan data asal dan
kondisi ekonomi siswa, sangat diperlukan baik oleh perorangan maupun
lembaga-lembaga pemerintah dan swasta, maupun untuk kepentingan penelitian
mahasiswa. Dalam rangka memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat umum,
tentu hal ini menjadi tantangan bagi para pemikir administrasi pendidikan untuk
menciptakan format data administrasi pendidikan dan sistem pengelolaan data
administrasi kependidikan yang mampu mengakomodir berbagai keperluan. Seiring
dengan kemajuan teknologi yang semakin cepat ini, sudah tentu format
administrasi pendidikan harus capable terhadap teknologi informasi saat ini.
Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa administrasi dalam
pendidikan yang tertib dan teratur, sangat diperlukan untuk meningkatkan
kemampuan pengelolaan pendidikan bagi Kepala Sekolah dan Guru. Peningkatan
kemampuan tersebut akan berakibat positif, yaitu makin meningkatnya efisiensi,
mutu dan perluasan pada kinerja di dunia pendidikan tersebut. Untuk
memperlancar kegiatan di atas agar lebih efektif dan efisien perlu informasi
yang memadai. Sistem informasi di dunia pendidikan ini menyangkut dua hal pokok
yaitu kegiatan pencatatan data (recording system) dan pelaporan (reporting
system).[6]
3.
Tujuan
dan Fungsi Administrasi Pendididkan
a.
Tujuan
Administrasi Pendidikan
Tujuan administrasi pendidikan pada umumnya
adalah agar semua kegiatan mendukung
tercapainya tujuan pendidikan atau dengan kata lain administrasi yang digunakan
dalam dunia pendidikan diusahakan untuk mencapai tujuan pendidikan. Sergiovanni
dan carver menyebutkan empat tujuan administrasi yaitu :
1) Efektifitas
produksi
2) Efesiensi
3) Kemampuan
menyesuaikan diri (adaptivenes)
4) Kepuasan
kerja
Keempat tujuan tersebut digunakan sebagai kriteria untuk menentukan
keberhasilan dalam penyelenggaraan sekolah. Sebagai contoh sekolah mempunyai
fungsi untuk mencapai efektivitas produksi, yaitu menghasilkan lulusan yang
sesuai dengan tuntutan kurikulum. Dalam pencapaian tujuan tersebut harus
dilakukan usaha seefisien mungkin, yaitu menggunakan kemampuan dana, dan tenaga
seminimal mungkin, tetapi memberikan hasil sebaik mungkin, sehingga lulusan
tersebut dapat melanjutkan ketingkat berikutnya dan dapat menyesuaikan dirinya
dengan lingkunganya yang baru dan selanjutnya lulusan ini akan mencari kerja
pada perusahaan yang memberikan kepuasan kerja kepada mereka Dari beberapa
pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan administrasi pendidikan
mencakup efektifitas produksi, efesiensi, kemampuan menyesuaikan diri, dan
kepuasan kerja.
b.
Fungsi
Administrasi Pendidikan
Adapun fungsi administrasi
pendidikan menurut H. Asnawir adalah sebagai berikut:
1)
Mengangkat
derajat kinerja pekerja dan menolong mensukseskan dan memperbaiki kinerja
tersebut.
2)
Menciptakan
iklim kerja yang baik untuk menerapkan prinsip- prinsip hubungan kemanusiaan
yang sehat dengan menekankan penghargaan kepada setiap orang pada lembaga pendidikan
yang bersangkutan
3)
Mendorong
menterjemahkan, merobah pikiran-pikiran dan teori- teori pendidikan menjadi
kurikulum, program metode, media prosedur dan berbagai aktivitas pendidıkan
lainnya untuk menempuh jalan yang tepat dalam rangka mencapai tujuan pendidikan
4)
Berusaha
menghubungkan/mempertemukan lembaga pendidikan dengan masyarakat kearah
pengembangan, kemajuan dan kestabilan.
Selain itu, fungsi
administrasi pendidikan menurut Asnawir, meliputi:
1)
Planing
atau perencanaan
Perencanaan merupakan kegiatan awal yang harus dilakukan dan juga
merupakan persiapan dalam kegiatan administrasi, dan dianggap syarat mutlak
bagi setiap organisasi atau lembaga baik perorangan maupun kelompok.
2)
Organizing
atau pengorganisasian.
Pengorganisasian adalah aktivitas penyusunan, pembentukan hubungan
kerja antara orang-orang/ organ-organ sehingga terwujud suatu kesatuan usaha
dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan atau penyusunan bagian-bagian yang
terpisah sehingga terjadi suatu kesatuan dan tindakan untuk mencapai tujuan
tersebut.
3)
Fungsi
Penggerakan atau Actuation
Aktuasi artinya menggerakkan orang-orang dalam organisasi agar mau
bekerja dengan penuh kesadaran secara bersama-sama mencapai tujuan yang
diharapkan.
4)
Controlling
atau Pengawasan
Pengawasan merupakan kegiatan-kegiatan dan tindakan-tindakan untuk
mengamankan rencana dan keputusan yang telah dibuat atau yang sedang
dilaksanakan.[7]
Dari beberapa
pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa fungsi dari administrasi pendidikan
mencakup berbagai hal dalam suatu lembaga baik yang terkait dengan perencanaan,
pengorganisasian, penggerakan, maupun pengwasan. Jika dalam sebuah lembaga
fungsi dari administrasi pendidikan ini berjalan dengan baik, maka produk yang
dihasilkan akan selalu berorientasi pada kualitas.
D.
Kesimpulan
Administrasi Pendidikan adalah sebuah proses kerja sama untuk
mencapai tujuan pendidikan dengan cara melaksanakan kegiatan atau
usaha membantu, mengarahkan, melayani, mengatur dengan
memanfaatkan sumber daya dan fasilitas yang tersedia untuk mencapai tujuan
pendidikan.
Latar belakang diperlukanya administrasi pendidikan adalah untuk mengatur
proses belajar mengajar dengan tertib sehingga tercapainya suatu tujuan
terpenting pada lembaga pendidikan tersebut yang
sangat diperlukan oleh para pelaku pendidikan untuk melakukan tugas dan
profesinya. Selain
itu, dalam hal memberikan
pelayanan yang baik bagi masyarakat umum, maka perlu disajikan informasi mulai dari data lembaga, sarana kurikulum sampai dengan
data asal dan kondisi ekonomi siswa.
DAFTAR PUSTAKA
Dewan
Redaksi Jurnal Al-Idarah, Jurnal menejemen pendidikan, Sekolah Tinggi
Ilmu Tarbiyah, 2014
https://id.wikipedia.org/wiki/Administrasi_Pendidikan
Mahfud, Halim, Administrasi Pendidikan, Makasar: Aksara Timur,
2015
Marmoah, Sri, Administrasi dan
Supervisi Pendididkan Teori dan
Praktek ,
Yogyakarta
: CV. Budi Utomo, 2012
Purwanto,
Ngalim, Administrai dan Supervisi Pendidikan, Bandung
: PT Remaja Rosdakarya, 2014
Soetjipto dan Raflis Kosasi, Profesi Keguruan , Jakarta
: PT Rineka Cipta, 1999
[1]https://id.wikipedia.org/wiki/Administrasi_Pendidikan
[3]Ngalim Purwanto, Administrai Dan Supervisi Pendidikan,
(Bandung : PT Remaja Rosdakarya,
2014), 1.
[5]Dewan Redaksi Jurnal
Al-Idarah, Jurnal menejemen pendidikan, (Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah ,2014) ,2.
[6]Sri Marmoah, Administrasi dan Supervisi Pendididkan Teori dan Praktek , (Yogyakarta : CV. Budi Utomo, 2012),16-18.
No comments:
Post a Comment