Breaking News

Makalah

Sunday, November 18, 2018

PENGEMBANGAN VARIASI MENGAJAR




PENGEMBANGAN VARIASI MENGAJAR




BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pengembangan variasi mengajar merupakan suatu hal yang harus dimiliki oleh pendidik, yang mana dengan kemampuan mengembangkan variasi mengajar, seorang pendidik mampu menciptakan suasana belajar yang diinginkan oleh peserta didik, sehingga mereka mampu menyerap pelajaran dengan baik.
Namun di sisi lain, faktor kebosanan yang disebabkan oleh adanya penyajian kegiatan belajar yang monoton mengakibatkan perhatian, motivasi dan minat siswa terhadap pelajaran menurun. Untuk itu diperlukan  adanya keanekaragaman dalam penyajian variasi mengajar.
Berlatar belakang dari adanya faktor – faktor kebosanan tersebut yang mengakibatkan perhatian, motivasi dan minat siswa terhadap pelajaran menurun dan perlu adanya variasi dalam mengajar maka makalah ini kami susun.

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana pengertian variasi mengajar?
2.      Apa saja  kearifan penggunaan variasi mengajar?
3.      Apa saja dimensi  dalam variasi mengajar?

C. Tujuan Penulisan
            Dalam makalah ini terdapat tiga tujuan yaitu :
1.      Menjelaskan pengertian variasi mengajar.
2.      Menjelaskan  kearifan penggunaan variasi mengajar.
3.      Menjelaskan dimensi  dalam variasi mengajar.






BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Variasi Mengajar
Keterampilan mengajar merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru. Hubungan antara guru dan siswa di dalam proses pembelajaran berlangsung secara dinamis. Kedinamisan siswa mungkin diakibatkan oleh faktor internal siswa sendiri ataupun karena pengaruh dinamika lingkungan yang sedikit banyak mempengaruhi siswa. Guru di dalam pembelajaran dituntut menggunakan variasi dalam mengajar untuk menghadapi keadaan siswa yang dinamis.
Penggunaan variasi diartikan sebagai perbuatan guru dalam konteks proses belajar mengajar yang bertujuan mengatasi kebosanan siswa, sehingga dalam proses belajar mengajar, siswa senantiasa menunjukkan ketekunan, keantusiasan, serta berperan secara aktif.[1] Menurut Udin S. Winataputra, “ Variasi adalah keanekaragaman yang membuat sesuatu tidak monoton. Variasi dapat berwujud perubahan – perubahan atau perbedaan – perbedaan yang sengaja diciptakan atau dibuat untuk memberikan kesan yang unik.”[2]
Dalam proses belajar mengajar ada variasi apabila guru dapat menunjukkan adanya perubahan dalam gaya mengajar, media yang berganti – ganti dan ada perubahan dalam pola interaksi antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa. Variasi lebih bersifat proses dari pada produk.[3]
Dari penjelasan di atas, maka dapat penulis simpulkan bahwa variasi mengajar adalah suatu kegiatan guru dalam proses interaksi pembelajaran  yang ditujukan untuk mengatasi kebosanan siswa dengan menciptakan lingkungan yang mendorong dan memungkinkan untuk berlangsungnya proses belajar melalui perubahan dalam gaya mengajar, media yang digunakan berganti-ganti, dan ada perubahan dalam pola interaksi antar siswa dan guru.


B.     Kearifan Penggunaan Variasi Mengajar
Penggunaan variasi mengajar harus tersusun berdasarkan rencana yang jelas yang didasarkan pada rujukan tujuan pembelajaran. Untuk mencapai keharusan tersebut, maka seorang guru dituntut kearifan dalam menggunakan variasi mengajar.
Beberapa langkah untuk mewujudkan prinsip tersebut diantaranya sebagai berikut:
1. Variasi pengajaran yang diselenggarakan harus menunjang dan dalam rangka merealisasikan tujuan pembelajaran.
2.     Penggunaan variasi mengajar harus lancar dan berkesinambungan tidak mengganggu proses belajar mengajar dan anak didik akan lebih memperhatikan berbagai proses pengajaran secara utuh.
3.    Penggunaan variasi mengajar harus bersifat terstruktur, terencana dan sistematik.
4.    Penggunaan variasi mengajar harus luwes (tidak kaku) sehingga kehadiran variasi itu semakin mengoptimalkan kegiatan belajar mengajar.[4]
Prinsip itulah yang setidaknya diperlukan seorang guru dalam penggunaan variasi mengajar. Prinsip ini menunjukkan bahwa dalam penggunaan variasi mengajar, guru hendaknya memperhatikan keberadaan siswa, situasi dan kondisi lingkungan.

C.    Dimensi  Dalam Variasi Mengajar
Pada dasarnya komponen dalam mengajar dibagi dalam tiga kategori besar yaitu variasi gaya mengajar, variasi media dan bahan, dan variasi interaksi.
1.      Variasi gaya mengajar
a.       Pengguaan variasi suara (teacher voice), variasi suara adalah perubahan dari tinggi ke rendah dari cepat menjadi lambat, dari gembira menjadi sedih atau pada suatu saat memberikan tekanan dan kata-kata tertentu.
b.      Pemusatan perhatian siswa (focusing), memusatkan perhatian siswa pada hal-hal yang dianggap penting yang dapat dilakukan guru.
c.       Kesenyapan atau kebisuan guru (teacher silence), adanya kesenyapan, kebisuan atau selingan diam yang secara tiba-tiba dan disengaja selagi guru menerangkan sesuatu, yang mana ini merupakan salah satu alat yang baik untuk menarik perhatian siswa.
d.      Mengadakan kontak pandangan dan gerak (eye contact and movement), apabila guru sedang berbicara atau berinteraksi dengan siswanya, sebaiknya pandangan menjelajahi seluruh kelas dan melihat kemata murid - murid untuk menunjukan adanya hubungan yang intim dan / harmonis. Kontak pandangan dapat digunakan untuk menyampaikan informasi dan untuk mengetahui perhatian dan pemahaman siswa.
e.       Gerakan badan mimik, variasi dalam ekspresi wajah guru, gerakan kepala, dan gerakan badan adalah aspek yang sangat penting dalam berkomunakasi. Gunanya untuk menyampaikan pesan yang disampaikan dan menarik perhatian. Ekspresi wajah yaitu dengan tersenyum, mengerutkan dahi, cemberut, menaikkan alis mata dan untuk menunjukan kekaguman yaitu dengan tercengang maupun heran. Gerakan kepala dapat dilakukan dengan bermacam-macam misalnya dengan mengangguk,  menggeleng, mengangkat atau merendahkan kepala untuk menunjukkan setuju atau sebaliknya. Gerakan jari misalnya dengan mengetuk-ngetuk yang menandakan waktu dan lain sebagainya.
f.       Pergantian posisi dalam kelas dan gerak guru (techer movement), pergantian gerak guru dalam kelas yaitu agar dapat mempertahankan perhatian siswa. Terutama sekali bagi guru yang menyajikan pelajaran dikelas, biasakan bergerak bebas tidak kikuk atau kaku dan menghindari perilaku negatif.
Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan:
1). Biasakan bergerak bebas di dalam kelas.
2). Jangan membiasakan menerangkan sambil menulis menghadap ke papan tulis.
3). Biasakan menerangkan dengan arah pandangan menjelajahi seluruh kelas.
4). Mengobservasi seluruh kelas dengan bergerak perlahan – lahan dari belakang ke depan untuk mengetahui tingkah laku murid.
2.    Variasi Media dan Bahan
Media dan alat pengajaran bila ditinjau dari indra yang digunakan, dapat digolongkan ke dalam tiga bagian, yaitu didengar, dilihat dan diraba. Dalam perbedaan ini guru harus mampu menyesusaikan kemampuannya, karena pada diri anak terdapat perbedaan dalam menggunakan inderanya. Ada yang termasuk tipe visual, auditif dan motorik. Adapun variasi pengunaan alat antara lain sebagai berikut :
a.       Variasi alat atau bahan yang dapat dilihat (visual aids), alat atau media yang termasuk dalam jenis ini antara lain grafik, bagan, poster, diorama, spesimen, gambar, film, dan slide.
b.      Variasi alat atau bahan yang dapat didengar (auditif aids), antara lain suara guru, rekaman suara, radio, musik, deklamasi puisi, sosiodrama, dapat dipakai sebagai penggunaan indera pendengar yang divariasi dengan indera lainnya.
c.       Variasi alat atau bahan yang dapat diraba, dimanupulasi dan digerakkan (motorik) penggunaan alat yang termasuk kedalam jenis ini akan dapat menarik perhatian siswa dan dapat melibatkan siswa dalam membentuk dan memperagakan kegiatannya baik secara perseorangan atau kelompok. Yang termasuk dalam hal ini misalnya peragaan yang dilakukan oleh guru atau siswa, model, spesimen, patung, topeng, dan boneka, dapat digunakan oleh anak untuk diraba, diperagakan, atau dimanipulasikan.
d.  Variasi alat atau bahan yang dapat didengar, dilihat, dan diraba (audio – visual aids). Penggunaan alat jenis ini merupakan tingkat yang paling tinggi karena melibatkan semua indera yang kita miliki. Hal ini sangat dianjurkan dalam proses belajar dan mengajar. Media yang termasuk AVA ini misalnya, film, televise, radio, slide proyektor yang diiringi penjelasan guru, tentu saja penggunaannya disesuaikan dengan tujuan pengajaran yang hendak dicapai.



3.   Variasi Interaksi
Pola interaksi guru dengan murid dalam kegiatan belajar mengajar sangat beranekaragam coraknya, mulai dari gerakan yang didominasi oleh guru sampai yang dilakukan oleh murid itu sendiri yang mana ini semua dilakukan untuk menghindari kebosanan dalam belajar serta untuk menghidupkan suasana kelas demi keberhasilan murid dalam mencapai tujuan. Adapun jenis pola interaksi (gaya interaksi) dapat digambarkan sebagai berikut :
a.       Pola guru -  murid : komunikasi sebagai aksi satu arah.
b.      Pola guru -  murid -  guru : ada balikan (feedback) bagi guru, tidak ada interaksi antar siswa (komunikasi sebagai interaksi)
c.       Pola guru -  murid - murid : ada balikan bagi guru, siswa saling belajar satu sama lain.
d.      Pola guru -  murid, murid - guru, murid - murid : interaksi optimal antara guru dengan murid dan antara murid dengan murid (komunakasi sebagai transaksi, multi arah).
e.      Pola melingkar : setiap siswa mendapatkan giliran untuk mengemukakan sambutan atau jawaban, tidak diperkenankan berbicara dua kali apabila setiap siswa belum mendapat giliran.[5]












BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dari pembahasan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa:
1.    Variasi mengajar adalah suatu kegiatan guru dalam proses interaksi pembelajaran  yang ditujukan untuk mengatasi kebosanan siswa dengan menciptakan lingkungan yang mendorong dan memungkinkan untuk berlangsungnya proses belajar melalui perubahan dalam gaya mengajar, media yang digunakan berganti-ganti, dan ada perubahan dalam pola interaksi antar siswa dan guru.

 2.  Kearifan penggunaan variasi mengajar diantaranya adalah sebagai berikut:
a. Variasi pengajaran yang diselenggarakan harus menunjang dan dalam rangka merealisasikan tujuan pembelajaran.
b.     Penggunaan variasi mengajar harus lancar dan berkesinambungan tidak mengganggu proses belajar mengajar dan anak didik akan lebih memperhatikan berbagai proses pengajaran secara utuh.
c.     Penggunaan variasi mengajar harus bersifat terstruktur, terencana dan sistematik.
d.    Penggunaan variasi mengajar harus luwes (tidak kaku) sehingga kehadiran variasi itu semakin mengoptimalkan kegiatan belajar mengajar.

3.  Pada dasarnya komponen dalam mengajar dibagi dalam tiga kategori besar yaitu variasi gaya mengajar, variasi media dan bahan, dan variasi interaksi.








DAFTAR PUSTAKA

Bahri Jamarah, Syaiful,  Strategi Belajar Mengajar, Jakarta : Rineka Cipta, 2006.
Fathurrohman, Pupuh,  Strategi Belajar Mengajar, Bandung : Refika Aditama, 2009.
J. J Hasibuan, Proses Belajar Mengajar, Bandung : Remaja Rosda Karya, 2006.
Uzer Usman, Moh,  Menjadi Guru Profesional, Bandung : Remaja Rosda Karya, 1999..






[1] J. J Hasibuan, Proses Belajar Mengajar (Bandung : Remaja Rosda Karya, 2006), 64.
[2] Pupuh Fathurrohman, Strategi Belajar Mengajar (Bandung : Refika Aditama, 2009), 91.
[3] Syaiful Bahri Jamarah, Strategi Belajar Mengajar (Jakarta : Rineka Cipta, 2006), 161.
[4] Pupuh Fathurrohman, Strategi Belajar Mengajar (Bandung : Refika Aditama, 2009), 94.
[5] Moh. Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional (Bandung : Remaja Rosda Karya, 1999), 85 – 88.


No comments:

© Copyright YONGKIRUDI