PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PANTUN
MELALUI MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING
A. PENDAHULUAN
Menulis adalah aktivitas
intelektual-praktis yang dapat dilakukan oleh siapa saja dan amat berguna untuk
mengukur sudah seberapa tinggi pertumbuhanrohani seseorang (Hernowo, 2004:215),
Menulis juga merupakan proses penyampaian pesan kepada pihak lain secara
tertulis (Tarigan, 2004:2.61). Menulis adalah cara seseorang berkomunikasi.
Melalui tulisan seseorang berusaha menyampaikan gagasan, ide, pendapat, dan informasi.
Melalui
menulis, seseorang dapat menyalurkan ide, pendapat, kritik, saran dan
kreatifitas yang dimiliki, baik melalui tulisan ilmiah maupun tulisan
non-ilmiah. Tulisan-tulisan itu kemudian disusun menjadi sebuah buku yang
biasanya dapat kita temui di perpustakaan maupun toko buku. Buku-buku ilmiah
bisa berbentuk buku pelajaran, kamus dan sebagainya sedangkan buku-buku
non-ilmiah biasa bersifat sastra seperti novel, kumpulan cerita, kumpulan
pantun dan sebagainya.
Dari
berbagai jenis buku yang ada, salah satu karya tulis yang sering kita jumpai di
perpustakaan maupun toko buku yaitu buku mengenai pantun atau buku kumpulan
pantun. Pantun adalah salah satu bentuk puisi lama (tradisional) Melayu. Selain
dapat disampaikan secara lisan, pantun juga dapat disampaikan secara tulisan.
Malik
(2012:157) mengatakan bahwa pantun telah sangat memasyarakat di kalangan bangsa
kita, tak kira usia, agama, etnis, atau apapun perbedaan yang ada. Pantun telah
menunjukkan jati dirinya sebagai sarana perbauran yang sangat mangkus (efektif)
bagi bangsa kita. Beliau juga menyatakan bahwa pantun kiranya telah memberikan
sesuatu yang santun dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa. Selain itu,
budaya berpantun telah menjadi budaya turun temurun bagi masyarakat Melayu,
khususnya Kepulauan Riau. Namun dengan adanya kemajuan teknologi yang pesat,
perlahan-lahan
pantun mulai ditinggalkan oleh masyarakat,
sedikit sekali orang yang masih melestarikan budaya berpantun.
Dalam
dunia pendidikan, pantun dapat dijadikan sebagai media untuk mengembangkan
kepribadian siswa agar menjadi pribadi yang berkarakter karena pantun dapat
dijadikan sebagai media penghibur dan pembelajaran (Hajar, 2011:9). Melalui
pembelajaran dan kegiatan menulis pantun, kecintaan dan minat siswa terhadap
budaya yang telah turun-temurun ini diharapkan akan terus dilestarikan dan ikut
berkembang menyeimbangi perkembangan zaman. Siswa dapat melatih kreativitas dan
melatih kecepatan dalam berpikir dan bermain kata melalui penulisan pantun.
Selama proses menulis pantun pula, siswa bisa mengembangkan kosa kata mereka,
mereka akan berpikir mengenai pilihan kata yang sesuai dengan pantun yang akan
mereka buat hingga terangkai menjadi sebait pantun yang sesuai dengan
syarat-syarat pantun.
Namun
yang menjadi persoalan saat ini adalah kurangnya minat para siswa dalam menulis
pantun, sebab para siswa menganggap pantun merupakan budaya kuno para orang tua
zaman dahulu, padahal di dalam pantun terdapat teguran, pembelajaran maupun
nasihat yang berguna bagi kehidupan, khususnya melalui pantun nasihat. Selain
itu, siswa pun kurang terampil menulis pantun berdasarkan syarat-syarat pantun.
Biasanya para siswa hanya akan mempelajari materi pantun pada saat adanya
materi pembelajaran mengenai pantun saja, setelah siswa tidak lagi mempelajari
materi pembelajaran mengenai pantun maka mereka tidak lagi mempelajarinya,
bahkan melupakannya.
B.
RUMUSAN
MASALAH
Agar kita dapat memahami lebih dalam tentang permasalahan yang
berkaitan dengan judul di atas, maka kami kelompokan permasalahan tersebut
dalam hal-hal sebagai berikut :
1. Bagaimanakah cara
meningkatkan keterampilan menulis pantun pada siswa?
2. Apakah model pembelajaran role
playing mampu meningkatkan keterampilan menulis pantun pada siswa?
C. PEMBAHASAN
1. Keterampilan Menulis
Pantun
Keterampilan menulis
merupakan salah satu jenis keterampilan berbahasa yang harus dikuasai siswa.
Banyak ahli telah mengemukakan pengertian menulis. Menurut pendapat Saleh Abbas
(2006:125), keterampilan menulis adalah kemampuan mengungkapkan gagasan,
pendapat, dan perasaan kepada pihak lain dengan melalui bahasa tulis. Ketepatan
pengungkapan gagasan harus didukung dengan ketepatan bahasa yang digunakan,
kosakata dan gramatikal dan penggunaan ejaan. Menurut Ahmad Rofi’uddin dan Darmiyati
Menurut pendapat Burhan Nurgiyantoro (2001: 273),
menulis adalah aktivitas mengungkapkan gagasan melalui media bahasa. Menulis
merupakan kegiatan produktif dan ekspresif sehingga penulis harus memiliki
kemampuan dalam menggunakan kosakata, tata tulis,dan struktur bahasa. Atar Semi
(1993: 47), mengartikan keterampilan menulis sebagai tindakan memindahkan
pikiran dan perasaan ke dalam bahasa tulis dengan menggunakan lambang-lambang.
Pantun diambil dari Bahasa Sansekerta berarti paribahasa
yang artinya perumpamaan (Rizal 2010: 11). Menurut (Asrifin 2008: 22)
Pantun merupakan bentuk puisi lama yang asli berasal dari Indonesia dan
merupakan jenis puisi tertua. Dari segi bahasa pantun berarti ibarat, seperti,
umpama atau laksana
Dalam pengertian umum, pantun
merupakan salah satu bentuk sastra rakyat yang menyuarakan nilai-nilai dan
kritik budaya masyarakat. Pantun adalah puisi asli Indonesia (Waluyo, 2006:9).
Pantun juga terdapat dalam beberapa sastra daerah di Indonesia seperti “parika”
dalam sastra jawa atau “paparikan” dalam sastra sunda.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat
dikemukakan bahwa keterampilan menulis pantun adalah keterampilan menuangkan
ide, gagasan, perasaan yag berisi perumpamaan atau ibarat dalam bentuk bahasa
tulis.
2. Model Pembelajaran Role
Playing
Model pembelajaran role playing adalah suatu
cara penguasaan bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan
siswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan ini dilakukan siswa dengan
memerankan sendiri tokoh hidup atau benda mati karena kegiatan memerankan akan
membuat siswa lebih meresapi perolehanya. (Abdul
Rachman Shaleh,2013:67)
Amri (2010:194) berpendapat bahwa metode role playing adalah
metode pembelajaran yang diarahkan pada upaya pemecahan masalah-masalah yang
berkaitan dengan hubungan antar manusia (interpersonal reationshif)
terutama yang menyangkut kehidupan peserta didik. Permainan ini pada umumnya
dilakukan lebih dari satu orang, hal itu bergantung kepada apa yang diperankan.
Pengertian lain dari metode pembelajaran role playing atau menulis
pantun adalah metode pembelajaran sebagai bagian dari simulasi yang diarahkan
untuk mengkreasi peristiwa sejarah, mengkreasi peristiwa-peristiwa aktual, atau
kejadian-kejadian yang mungkin muncul pada masa mendatang. Pada metode role
playing ini, proses pembelajaran ditekankan pada keterlibatan emosional dan
pengamatan indra ke dalam suatu situasi masalah yang secara nyata dihadapi,
baik guru maupun siswa. Kedua istilah ini, role playing dan menulis pantun
kadang-kadang juga disebut metode dramatisasi. Hanya bedanya, kedua metode
tersebut tidak disiapkan terlebih dahulu naskahnya.
3.
Meningkatkan Keterampilan Menulis Pantun
Melalui Model Pembelajaran Role Playing.
Menurut Uno (2011:122) langkah–langkah model pembelajaran role playing
adalah sebagai berikut.
a. Guru menyusun/menyiapkan skenario yang akan ditampilkan,
b. Menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario dua
hari sebelum KBM,
c. Guru membentuk kelompok siswa yang anggotanya 5 orang,
d. Memberikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin
dicapai,
e. Memanggil para siswa yang sudah ditunjuk untuk memerankan
skenario yang sudah dipersiapkan,
f. Masing-masing siswa duduk di kelompoknya dan memperhatikan
mengamati skenario yang sedang diperagakan,
g. Setelah selesai dipentaskan, masing-masing siswa diberikan
kertas sebagai lembar kerja untuk membahas,
h. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil kerja
kelompoknya,
i. Guru memberikan simpulan secara umum,
k. Evaluasi,
l. Penutup.
Dengan menerapkan metode role playing dalam pembelajaran menulis
pantun, siswa dapat lebih mudah dalam pemahaman isi, kelogisan penafsiran,
ketepatan penangkapan isi, ketahanan konsentrasi, ketelitian menangkap dan
kemampuan memahami materi pantun. Di samping itu proses pembelajaran menulis
pantun pun menjadi lebih menyenangkan dan menarik sehingga anak akan aktif
dalam mengikuti kegiatan pembelajaran yang diikuti dengan meningkatnya keterampilan
menulis pantun siswa
D. KESIMPULAN
Berdasarkan paparan di atas dapat penulis simpulkan bahwa keterampilan
menulis pantun adalah keterampilan menuangkan ide, gagasan, perasaan yag berisi
perumpamaan atau ibarat dalam bentuk bahasa tulis. Melalui penerapan model
pembelajaran role playing siswa akan merasa senang dan tertarik untuk
belajar sehingga keterampilan siswa dalam menulis pantun akan meningkat.
E. PENUTUP
Demikian
pembahasan tentang peningkatan keterampilan menulis pantun melalui model pembelajaran role playing. Penulis menyadari bahwa tulisan ini masih banyak kekurangan dan masih
jauh dari kesempurnaan. Saran positif demi penyempuraan makalah ini sangat
penulis harapkan. Akhirnya, Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Amiiin.
DAFTAR PUSTAKA
Hamalik, Oemar, Proses belajar mengajar. Jakarta : PT.
Bumi aksara, 2011.
Hernowo, Mengikat Makna: Kiat-kiat untuk Melejitkan Kemauan Plus
Kemampuan Membaca dan Menulis Buku. Bandung: PT Mizan Pustaka, 2004.
Suparno
& Yunus, Mohamad, Keterampilan Dasar Menulis. Jakarta: Universitas
Terbuka, 2008.
Tarigan, Guntur Henry, Berbicara Sebagai
Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung:AngkasaBandung,2008.
Uno, Hamzah, Perencanaan pembelajaran,
Jakarta : PT. Bumi Aksara, 2009.
No comments:
Post a Comment