Breaking News

Makalah

Monday, September 26, 2016

makalah PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PANTUN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PANTUN
MELALUI MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING

A.  PENDAHULUAN
Menulis adalah aktivitas intelektual-praktis yang dapat dilakukan oleh siapa saja dan amat berguna untuk mengukur sudah seberapa tinggi pertumbuhanrohani seseorang (Hernowo, 2004:215), Menulis juga merupakan proses penyampaian pesan kepada pihak lain secara tertulis (Tarigan, 2004:2.61). Menulis adalah cara seseorang berkomunikasi. Melalui tulisan seseorang berusaha menyampaikan gagasan, ide, pendapat, dan informasi.
Melalui menulis, seseorang dapat menyalurkan ide, pendapat, kritik, saran dan kreatifitas yang dimiliki, baik melalui tulisan ilmiah maupun tulisan non-ilmiah. Tulisan-tulisan itu kemudian disusun menjadi sebuah buku yang biasanya dapat kita temui di perpustakaan maupun toko buku. Buku-buku ilmiah bisa berbentuk buku pelajaran, kamus dan sebagainya sedangkan buku-buku non-ilmiah biasa bersifat sastra seperti novel, kumpulan cerita, kumpulan pantun dan sebagainya.
Dari berbagai jenis buku yang ada, salah satu karya tulis yang sering kita jumpai di perpustakaan maupun toko buku yaitu buku mengenai pantun atau buku kumpulan pantun. Pantun adalah salah satu bentuk puisi lama (tradisional) Melayu. Selain dapat disampaikan secara lisan, pantun juga dapat disampaikan secara tulisan.
Malik (2012:157) mengatakan bahwa pantun telah sangat memasyarakat di kalangan bangsa kita, tak kira usia, agama, etnis, atau apapun perbedaan yang ada. Pantun telah menunjukkan jati dirinya sebagai sarana perbauran yang sangat mangkus (efektif) bagi bangsa kita. Beliau juga menyatakan bahwa pantun kiranya telah memberikan sesuatu yang santun dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa. Selain itu, budaya berpantun telah menjadi budaya turun temurun bagi masyarakat Melayu, khususnya Kepulauan Riau. Namun dengan adanya kemajuan teknologi yang pesat, perlahan-lahan


 pantun mulai ditinggalkan oleh masyarakat, sedikit sekali orang yang masih melestarikan budaya berpantun.
Dalam dunia pendidikan, pantun dapat dijadikan sebagai media untuk mengembangkan kepribadian siswa agar menjadi pribadi yang berkarakter karena pantun dapat dijadikan sebagai media penghibur dan pembelajaran (Hajar, 2011:9). Melalui pembelajaran dan kegiatan menulis pantun, kecintaan dan minat siswa terhadap budaya yang telah turun-temurun ini diharapkan akan terus dilestarikan dan ikut berkembang menyeimbangi perkembangan zaman. Siswa dapat melatih kreativitas dan melatih kecepatan dalam berpikir dan bermain kata melalui penulisan pantun. Selama proses menulis pantun pula, siswa bisa mengembangkan kosa kata mereka, mereka akan berpikir mengenai pilihan kata yang sesuai dengan pantun yang akan mereka buat hingga terangkai menjadi sebait pantun yang sesuai dengan syarat-syarat pantun.
Namun yang menjadi persoalan saat ini adalah kurangnya minat para siswa dalam menulis pantun, sebab para siswa menganggap pantun merupakan budaya kuno para orang tua zaman dahulu, padahal di dalam pantun terdapat teguran, pembelajaran maupun nasihat yang berguna bagi kehidupan, khususnya melalui pantun nasihat. Selain itu, siswa pun kurang terampil menulis pantun berdasarkan syarat-syarat pantun. Biasanya para siswa hanya akan mempelajari materi pantun pada saat adanya materi pembelajaran mengenai pantun saja, setelah siswa tidak lagi mempelajari materi pembelajaran mengenai pantun maka mereka tidak lagi mempelajarinya, bahkan melupakannya.

B.  RUMUSAN MASALAH
Agar kita dapat memahami lebih dalam tentang permasalahan yang berkaitan dengan judul di atas, maka kami kelompokan permasalahan tersebut dalam hal-hal sebagai berikut :
1.    Bagaimanakah cara meningkatkan keterampilan menulis pantun pada siswa?
2.    Apakah model pembelajaran role playing mampu meningkatkan keterampilan menulis pantun pada siswa?

C.  PEMBAHASAN
1.    Keterampilan Menulis Pantun
Keterampilan menulis merupakan salah satu jenis keterampilan berbahasa yang harus dikuasai siswa. Banyak ahli telah mengemukakan pengertian menulis. Menurut pendapat Saleh Abbas (2006:125), keterampilan menulis adalah kemampuan mengungkapkan gagasan, pendapat, dan perasaan kepada pihak lain dengan melalui bahasa tulis. Ketepatan pengungkapan gagasan harus didukung dengan ketepatan bahasa yang digunakan, kosakata dan gramatikal dan penggunaan ejaan. Menurut Ahmad Rofi’uddin dan Darmiyati
Menurut pendapat Burhan Nurgiyantoro (2001: 273), menulis adalah aktivitas mengungkapkan gagasan melalui media bahasa. Menulis merupakan kegiatan produktif dan ekspresif sehingga penulis harus memiliki kemampuan dalam menggunakan kosakata, tata tulis,dan struktur bahasa. Atar Semi (1993: 47), mengartikan keterampilan menulis sebagai tindakan memindahkan pikiran dan perasaan ke dalam bahasa tulis dengan menggunakan lambang-lambang.
Pantun diambil dari Bahasa Sansekerta berarti paribahasa yang artinya perumpamaan (Rizal 2010: 11). Menurut (Asrifin 2008: 22) Pantun merupakan bentuk puisi lama yang asli berasal dari Indonesia dan merupakan jenis puisi tertua. Dari segi bahasa pantun berarti ibarat, seperti, umpama atau laksana
Dalam pengertian umum, pantun merupakan salah satu bentuk sastra rakyat yang menyuarakan nilai-nilai dan kritik budaya masyarakat. Pantun adalah puisi asli Indonesia (Waluyo, 2006:9). Pantun juga terdapat dalam beberapa sastra daerah di Indonesia seperti “parika” dalam sastra jawa atau “paparikan” dalam sastra sunda.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat dikemukakan bahwa keterampilan menulis pantun adalah keterampilan menuangkan ide, gagasan, perasaan yag berisi perumpamaan atau ibarat dalam bentuk bahasa tulis.

2.    Model Pembelajaran Role Playing
Model pembelajaran role playing adalah suatu cara penguasaan bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan ini dilakukan siswa dengan memerankan sendiri tokoh hidup atau benda mati karena kegiatan memerankan akan membuat siswa lebih meresapi perolehanya. (Abdul Rachman Shaleh,2013:67)                  
Amri (2010:194) berpendapat bahwa metode role playing adalah metode pembelajaran yang diarahkan pada upaya pemecahan masalah-masalah yang berkaitan dengan hubungan antar manusia (interpersonal reationshif) terutama yang menyangkut kehidupan peserta didik. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang, hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. Pengertian lain dari metode pembelajaran role playing atau menulis pantun adalah metode pembelajaran sebagai bagian dari simulasi yang diarahkan untuk mengkreasi peristiwa sejarah, mengkreasi peristiwa-peristiwa aktual, atau kejadian-kejadian yang mungkin muncul pada masa mendatang. Pada metode role playing ini, proses pembelajaran ditekankan pada keterlibatan emosional dan pengamatan indra ke dalam suatu situasi masalah yang secara nyata dihadapi, baik guru maupun siswa. Kedua istilah ini, role playing dan menulis pantun kadang-kadang juga disebut metode dramatisasi. Hanya bedanya, kedua metode tersebut tidak disiapkan terlebih dahulu naskahnya.

3.    Meningkatkan Keterampilan Menulis Pantun Melalui Model Pembelajaran Role Playing.
Menurut Uno (2011:122)  langkah–langkah  model pembelajaran role playing adalah sebagai berikut.
a. Guru menyusun/menyiapkan skenario yang akan ditampilkan,
b. Menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario dua hari sebelum KBM,
c. Guru membentuk kelompok siswa yang anggotanya 5 orang,
d. Memberikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai,
e. Memanggil para siswa yang sudah ditunjuk untuk memerankan skenario yang sudah dipersiapkan,
f. Masing-masing siswa duduk di kelompoknya dan memperhatikan mengamati skenario yang sedang diperagakan,
g. Setelah selesai dipentaskan, masing-masing siswa diberikan kertas sebagai lembar kerja untuk membahas,
h. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil kerja kelompoknya,
i. Guru memberikan simpulan secara umum,
k. Evaluasi,
l. Penutup.
Dengan menerapkan metode role playing dalam pembelajaran menulis pantun, siswa dapat lebih mudah dalam pemahaman isi, kelogisan penafsiran, ketepatan penangkapan isi, ketahanan konsentrasi, ketelitian menangkap dan kemampuan memahami materi pantun. Di samping itu proses pembelajaran menulis pantun pun menjadi lebih menyenangkan dan menarik sehingga anak akan aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran yang diikuti dengan meningkatnya keterampilan menulis pantun siswa

D.  KESIMPULAN
Berdasarkan paparan di atas dapat penulis simpulkan bahwa keterampilan menulis pantun adalah keterampilan menuangkan ide, gagasan, perasaan yag berisi perumpamaan atau ibarat dalam bentuk bahasa tulis. Melalui penerapan model pembelajaran role playing siswa akan merasa senang dan tertarik untuk belajar sehingga keterampilan siswa dalam menulis pantun akan meningkat.

E.  PENUTUP
Demikian pembahasan tentang peningkatan keterampilan menulis pantun melalui model pembelajaran role playing. Penulis menyadari bahwa tulisan ini masih banyak kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan. Saran positif demi penyempuraan makalah ini sangat penulis harapkan. Akhirnya, Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amiiin.    


DAFTAR PUSTAKA

Hamalik, Oemar,  Proses belajar mengajar. Jakarta : PT. Bumi aksara, 2011.
Hernowo, Mengikat Makna: Kiat-kiat untuk Melejitkan Kemauan Plus Kemampuan Membaca dan Menulis Buku. Bandung: PT Mizan Pustaka, 2004.
Suparno & Yunus, Mohamad, Keterampilan Dasar Menulis. Jakarta: Universitas Terbuka, 2008.
Tarigan, Guntur Henry, Berbicara Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung:AngkasaBandung,2008.
Uno, Hamzah, Perencanaan pembelajaran, Jakarta : PT. Bumi Aksara, 2009.


No comments:

© Copyright YONGKIRUDI