PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS CERPEN
MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW
A. PENDAHULUAN
Hasil pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya
untuk keterampilan menulis cerpen selama ini masih rendah. Kekurang berhasilan
pembelajaran menulis tersebut disebabkan oleh banyak faktor khususnya yang
menyangkut siswa dan guru. Tidak sedikit para guru yang menganggap bahwa proses
pembelajaran yang efektif ditandai dengan suasana kelas yang tenang. Para siswa
dengan tertib duduk di kursinya masing-masing, perhatian terpusat pada guru,
dan guru menjelaskan (berceramah) di depan kelas. Dalam kondisi yang demikian, siswa akan semakin tenggelam dalam kepasifan.
Mereka belajar tidak lebih dari suatu rutinitas sehingga kurang tertantang
terlibat secara aktif dalam proses belajar mengajar. Siswa cenderung belajar
secara individual, menghafal konsep-konsep yang abstrak dan teoretik, menerima
rumus-rumus atau kaidah-kaidah tanpa banyak memberikan kontribusi ide dalam
proses pembelajaran.
Sinyalemen mengenai kekurangberhasilan
pembelajaran menulis di atas, disebabkan oleh sistem pembelajaran yang masih
terpusat pada guru. Siswa kurang diberi kesempatan untuk berlatih dan
mengembangkan kreativitasnya. Di samping itu, dari sisi siswa sendiri juga
masih terbiasa pasif. Siswa tampak kurang berminat mengikuti pelajaran.
Akibatnya, siswa kurang berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Keadaan
pembelajaran yang demikian, tentu tidak dapat menopang terhadap keterampilan
menulis cerpen siswa. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu diupayakan bentuk
pembelajaran menulis cerpen yang lebih memberdayakan siswa, yakni pembelajaran
dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif jigsaw. Dengan upaya
tersebut, diharapkan tujuan pembelajaran dapat tercapai sesuai dengan yang
diharapkan.
B.
RUMUSAN MASALAH
Dalam makalah ini penulis akan membahas masalah-masalah yang
berkaitan dengan judul diatas. Adapaun permasalahannya adalah sebagai berikut :
1.
Apakah hakikat
model pembelajaran kooperatif jigsaw?
2.
Bagaimanakah penerapan model pembelajaran kooperatif
jigsaw dalam meningkatkan keterampilan menulis cerpen siswa?
C.
PEMBAHASAN
1. Hakikat model pembelajaran kooperatif
jigsaw
Model
pembelajaran kooperatif tipe jigsaw merupakan model pembelajaran kooperatif,
dengan siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4-6 orang secara
heterogen dan bekerja sama saling ketergantungan yang positif dan bertanggung
jawab atas ketuntasan bagian materi pelajaran yang harus dipelajari dan
menyampaikan materi tersebut kepada anggota kelompok yang lain (Arends, 1997:
120).
Jigsaw adalah salah satu bentuk pembelajaran kooperatif di mana siswa
individu menjadi pakar tentang sub-bagian (satu topik) dan mengajarkan
sub-bagian itu kepada orang lain. Metode jigsaw merupakan metode
pembelajaran kooperatif yang memungkinkan siswa bekerja sama dengan sesama
siswa dalam suasana gotong royong dan mempunyai banyak kesempatan untuk
mengolah informasi dan meningkatkan keterampilan berkomunikasi.
Menurut Roland, (1997) “Jigsaw merupakan
teknik yang terbaik dalam proses pembelajaran. Hal ini disebabkan dalam metode
kooperatif tipe jigsaw secara individual siswa berkembang dan berbagi
kemampuan dalam bermacam aspek kerja yang berbeda”. Dalam pembelajaran jigsaw,
sistem belajar diibaratkan sebagai permainan jigsaw puzzle, yaitu dimana
masing-masing siswa memegang satu potongan puzzle yang berbeda. Tugas
siswa adalah menggabungkan potongan-potongan puzzle tersebut hingga
tersusun suatu bentuk yang utuh. Jigsaw pada hakikatnya melibatkan tugas
yang memungkinkan siswa saling membantu dan mendukung satu sama lain dalam
menyelesaikan tugas. Dalam model pembelajaran ini siswa akan memiliki persepsi
yang sama, mempunyai tanggung jawab individual dan kelompok dalam mempelajari
materi yang diberikan, saling membagi tugas dan tanggung jawab yang sama besarnya
dalam kelompok, serta dapat belajar kepemimpinan.
3.
Penerapan model pembelajaran kooperatif
jigsaw dalam meningkatkan
keterampilan menulis cerpen siswa.
Menurut
Aronson (dalam Lie, 2005:33), dalam metode jigsaw, siswa
dikelompokkan, masing-masing kelompok disarankan berjumlah empat atau
enam orang saja. Adapun langkah-langkah dalam pembelajaran kooperatif jigsaw
adalah sebagai berikut:
a) Pengajar membagi bahan pelajaran yang akan
dibagikan sebanyak jumlah siswa dalam tiap kelompok.
b) Sebelum bahan pelajaran diberikan, pengajar
memberikan pengenalan mengenai topik yang akan dibahas hari itu.
c) Siswa dibagi dalam kelompok
d) Bahan pembelajaran utama
diberikan pada siswa yang pertama, sedangkan siswa yang kedua menerima bagian
yang kedua, demikian seterusnya.
e) Siswa disuruh mengerjakan
bagian mereka masing-masing.
f) Setelah selesai, siswa
saling berbagi mengenai bagian yang dikerjakan. Dalam kegiatan ini siswa saling
melengkapi dan berinteraksi antara satu dengan lainnya.
g) Kegiatan ini bisa diakhiri dengan diskusi
mengenai topik dalam pembelajaran hari itu. Diskusi bisa dilakukan antara
pasangan atau dengan seluruh kelas.
Menurut Suprijono (2011: 89)
pembelajaran dengan menggunakan metode jigsaw ini, diawali dengan
pengenalan topik yang akan dibahas oleh guru, lalu guru menanyakan kepada siswa
apa yang diketahui mengenai topik tersebut guna mengaktifkan skemata agar siswa
lebih siap menghadapi pembelajaran. Selanjutnya, guru membagi kelas menjadi kelompok-kelompok
kecil. Jumlah kelompok bergantung kepada jumlah konsep yang terdapat pada topik
yang dipelajari. Kelompok yang dibagi berdasarkan topik tersebut, disebut
kelompok asal. Setelah kelompok asal terbentuk, guru membagikan materi tekstual
kepada tiap kelompok. Setiap orang dalam kelompok bertanggung jawab mempelajari
materi tekstual yang diterima dari guru. Setelah setiap orang memiliki materi,
dibentuklah kelompok-kelompok “ahli” yaitu kelompok yang terdiri dari anggota
yang memiliki kesamaan materi. Kelompok ahli bertugas membahas secara mendalam
materi yang mereka dapat, lalu kembali ke kelompok asal untuk memberikan
informasi dari hasil diskusinya kepada kelompok asal.
Berdasarkan dari pendapat beberapa
tokoh di atas, dalam meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis cerpen
sangat tepat jika diterapkan model pembelajaran kooperatif jigsaw. Hal
ini sesuai dengan karakter unsur intrinsik cerpen, yaitu alur, tokoh dan
wataknya, latar, dan sudut pandang.
Melalui pembelajaran dengan model kooperatif
jigsaw, siswa akan mudah mengidentifikasi cerita terutama dari segi tokoh dan
wataknya sehingga siswa secara berkelompok akan memahami dan lebih mudah
menuliskan cerpen. Selain itu, melalui diskusi kelompok siswa yang satu dengan
kelompok yang lain akan saling melengkapi sehingga keterampilan siswa dalam
menulis cerpen akan meningkat.
D.
KESIMPULAN
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.
Model
pembelajaran kooperatif jigsaw merupakan model pembelajaran yang menekankan pada diskusi kelompok dengan
jumlah anggota relatif kecil dan bersifat heterogen.
2.
Upaya
dalam meningkatkan keterampilan menulis cerpen pada siswa salah satunya adalah
dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif jigsaw. Hal ini
dimaksudkan karena model pembelajaran kooperatif jigsaw menciptakan
pemahaman siswa dalam mempelajari materi, mengenali sosok tokoh serta saling
melengkapi antara kelompok siswa sehingga dapat meningkatnya hasil belajar
secara optimal, khususnya dalam menulis cerpen.
E.
PENUTUP
Demikian
uraian singkat pembahasan tentang peningkatan keterampilan menulis cerpen melalui model
pembelajaran kooperatif jigsaw. Kritik dan saran yang bersifat konstruktif
sangat penulis harapkan. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi dunia
pendidikan. Amiiin.
DAFTAR PUSTAKA
Arends,
Richard I, Classroom Instruction and
Management. Central Connecticut State University : The Mcgraw-Hill
Companies Inc.1997.
Depdiknas,
Pendekatan Kontekstual (Con textual
Teaching and Learning). Jakarta : Ditjen Dikdasmen, 2002.
Ibrahim, Muslimin.dkk, Pembelajaran
Kooperatif. Universitas Negeri Surabaya, 2000.
Ibrahim R dan Syaodiah S, Nana, Perenvanaan
Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta, 2003.
Usman, Moh Uzer, Menjadi Guru
Profesional. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2005.
No comments:
Post a Comment