Breaking News

Makalah

Monday, September 26, 2016

makalah PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS CERPEN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW


PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS CERPEN
MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW

A.  PENDAHULUAN
Hasil pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya untuk keterampilan menulis cerpen selama ini masih rendah. Kekurang berhasilan pembelajaran menulis tersebut disebabkan oleh banyak faktor khususnya yang menyangkut siswa dan guru. Tidak sedikit para guru yang menganggap bahwa proses pembelajaran yang efektif ditandai dengan suasana kelas yang tenang. Para siswa dengan tertib duduk di kursinya masing-masing, perhatian terpusat pada guru, dan guru menjelaskan (berceramah) di depan kelas. Dalam kondisi yang demikian, siswa akan semakin tenggelam dalam kepasifan. Mereka belajar tidak lebih dari suatu rutinitas sehingga kurang tertantang terlibat secara aktif dalam proses belajar mengajar. Siswa cenderung belajar secara individual, menghafal konsep-konsep yang abstrak dan teoretik, menerima rumus-rumus atau kaidah-kaidah tanpa banyak memberikan kontribusi ide dalam proses pembelajaran.
Sinyalemen mengenai kekurangberhasilan pembelajaran menulis di atas, disebabkan oleh sistem pembelajaran yang masih terpusat pada guru. Siswa kurang diberi kesempatan untuk berlatih dan mengembangkan kreativitasnya. Di samping itu, dari sisi siswa sendiri juga masih terbiasa pasif. Siswa tampak kurang berminat mengikuti pelajaran. Akibatnya, siswa kurang berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Keadaan pembelajaran yang demikian, tentu tidak dapat menopang terhadap keterampilan menulis cerpen siswa. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu diupayakan bentuk pembelajaran menulis cerpen yang lebih memberdayakan siswa, yakni pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif jigsaw. Dengan upaya tersebut, diharapkan tujuan pembelajaran dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan.

B.  RUMUSAN MASALAH
Dalam makalah ini penulis akan membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan judul diatas. Adapaun permasalahannya adalah sebagai berikut :

1.    Apakah  hakikat model pembelajaran kooperatif jigsaw
2.    Bagaimanakah penerapan model pembelajaran kooperatif jigsaw dalam meningkatkan keterampilan menulis cerpen siswa?

C.  PEMBAHASAN
1. Hakikat model pembelajaran kooperatif jigsaw     
Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw merupakan model pembelajaran kooperatif, dengan siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4-6 orang secara heterogen dan bekerja sama saling ketergantungan yang positif dan bertanggung jawab atas ketuntasan bagian materi pelajaran yang harus dipelajari dan menyampaikan materi tersebut kepada anggota kelompok yang lain (Arends, 1997: 120).
Jigsaw adalah salah satu bentuk pembelajaran kooperatif di mana siswa individu menjadi pakar tentang sub-bagian (satu topik) dan mengajarkan sub-bagian itu kepada orang lain. Metode jigsaw merupakan metode pembelajaran kooperatif yang memungkinkan siswa bekerja sama dengan sesama siswa dalam suasana gotong royong dan mempunyai banyak kesempatan untuk mengolah informasi dan meningkatkan keterampilan berkomunikasi.
Menurut Roland, (1997) “Jigsaw merupakan teknik yang terbaik dalam proses pembelajaran. Hal ini disebabkan dalam metode kooperatif tipe jigsaw secara individual siswa berkembang dan berbagi kemampuan dalam bermacam aspek kerja yang berbeda”. Dalam pembelajaran jigsaw, sistem belajar diibaratkan sebagai permainan jigsaw puzzle, yaitu dimana masing-masing siswa memegang satu potongan puzzle yang berbeda. Tugas siswa adalah menggabungkan potongan-potongan puzzle tersebut hingga tersusun suatu bentuk yang utuh. Jigsaw pada hakikatnya melibatkan tugas yang memungkinkan siswa saling membantu dan mendukung satu sama lain dalam menyelesaikan tugas. Dalam model pembelajaran ini siswa akan memiliki persepsi yang sama, mempunyai tanggung jawab individual dan kelompok dalam mempelajari materi yang diberikan, saling membagi tugas dan tanggung jawab yang sama besarnya dalam kelompok, serta dapat belajar kepemimpinan.

3.    Penerapan model pembelajaran kooperatif jigsaw  dalam meningkatkan keterampilan menulis cerpen siswa.
Menurut Aronson (dalam Lie, 2005:33), dalam metode jigsaw, siswa dikelompokkan,  masing-masing kelompok disarankan berjumlah empat atau enam orang saja. Adapun langkah-langkah dalam pembelajaran kooperatif jigsaw  adalah sebagai berikut:
a) Pengajar membagi bahan pelajaran yang akan dibagikan sebanyak  jumlah siswa dalam tiap kelompok.
b) Sebelum bahan pelajaran diberikan, pengajar memberikan pengenalan mengenai topik yang akan dibahas hari itu.
c)   Siswa dibagi dalam kelompok
d)  Bahan pembelajaran utama diberikan pada siswa yang pertama, sedangkan siswa yang kedua menerima bagian yang kedua, demikian seterusnya.
e)   Siswa disuruh mengerjakan bagian mereka masing-masing.
f)   Setelah selesai, siswa saling berbagi mengenai bagian yang dikerjakan. Dalam kegiatan ini siswa saling melengkapi dan berinteraksi antara satu dengan lainnya.
g) Kegiatan ini bisa diakhiri dengan diskusi mengenai topik dalam pembelajaran hari itu. Diskusi bisa dilakukan antara pasangan atau dengan seluruh kelas.
Menurut Suprijono (2011: 89) pembelajaran dengan menggunakan metode jigsaw ini, diawali dengan pengenalan topik yang akan dibahas oleh guru, lalu guru menanyakan kepada siswa apa yang diketahui mengenai topik tersebut guna mengaktifkan skemata agar siswa lebih siap menghadapi pembelajaran. Selanjutnya, guru membagi kelas menjadi kelompok-kelompok kecil. Jumlah kelompok bergantung kepada jumlah konsep yang terdapat pada topik yang dipelajari. Kelompok yang dibagi berdasarkan topik tersebut, disebut kelompok asal. Setelah kelompok asal terbentuk, guru membagikan materi tekstual kepada tiap kelompok. Setiap orang dalam kelompok bertanggung jawab mempelajari materi tekstual yang diterima dari guru. Setelah setiap orang memiliki materi, dibentuklah kelompok-kelompok “ahli” yaitu kelompok yang terdiri dari anggota yang memiliki kesamaan materi. Kelompok ahli bertugas membahas secara mendalam materi yang mereka dapat, lalu kembali ke kelompok asal untuk memberikan informasi dari hasil diskusinya kepada kelompok asal.        
Berdasarkan dari pendapat beberapa tokoh di atas, dalam meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis cerpen sangat tepat jika diterapkan model pembelajaran kooperatif jigsaw. Hal ini sesuai dengan karakter unsur intrinsik cerpen, yaitu alur, tokoh dan wataknya, latar, dan sudut pandang.
Melalui pembelajaran dengan model kooperatif jigsaw, siswa akan mudah mengidentifikasi cerita terutama dari segi tokoh dan wataknya sehingga siswa secara berkelompok akan memahami dan lebih mudah menuliskan cerpen. Selain itu, melalui diskusi kelompok siswa yang satu dengan kelompok yang lain akan saling melengkapi sehingga keterampilan siswa dalam menulis cerpen akan meningkat.

D.  KESIMPULAN
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:          
1.    Model pembelajaran kooperatif jigsaw merupakan model pembelajaran yang  menekankan pada diskusi kelompok dengan jumlah anggota relatif kecil dan bersifat heterogen.
2.    Upaya dalam meningkatkan keterampilan menulis cerpen pada siswa salah satunya adalah dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif jigsaw. Hal ini dimaksudkan karena model pembelajaran kooperatif jigsaw menciptakan pemahaman siswa dalam mempelajari materi, mengenali sosok tokoh serta saling melengkapi antara kelompok siswa sehingga dapat meningkatnya hasil belajar secara optimal, khususnya dalam menulis cerpen.  

E.  PENUTUP
Demikian uraian singkat pembahasan tentang peningkatan keterampilan menulis cerpen melalui model pembelajaran kooperatif jigsaw. Kritik dan saran yang bersifat konstruktif sangat penulis harapkan. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan. Amiiin.           

DAFTAR PUSTAKA

Arends, Richard I, Classroom Instruction and Management. Central Connecticut State University : The Mcgraw-Hill Companies Inc.1997.
Depdiknas, Pendekatan Kontekstual (Con textual Teaching and Learning). Jakarta : Ditjen Dikdasmen, 2002.
Ibrahim, Muslimin.dkk, Pembelajaran Kooperatif. Universitas Negeri Surabaya, 2000.
Ibrahim R dan Syaodiah S, Nana, Perenvanaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta, 2003.
Usman, Moh Uzer,  Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2005.

No comments:

© Copyright YONGKIRUDI