Pengaruh Peradaban Arab Terhadap Peradaban Islam
PENDAHULUAN
Peradaban mempunyai arti yang
sangat penting bagi kehidupan manusia. Peradaban merupakan cermin masyarakat
yaang mempunyai watak berpendidikan. Apa yang kita lakukan saat ini hendaklah
selalul berpijak pada kejadian masa lalu (sejarah) sehingga dapat dijadikan
sebagai dasar pemikiran untuk melakukan pembenahan. Disini penulis akan
menguraikan beberapa hal yang berkaitan dengan judul makalah “Pengaruh
peradaban Arab terhadap peradaban Islam”
PERMASALAHAN
Dalam makalah yang singkat ini
penulis hendak memaparkan beberapa permasalahan sebagai berikut :
1. Gambaran geografis jazirah Arab.
2. Kebiasaan , peradaban dan pemerintahannya.
3. Inti ajaran Islam periode Mekkah.
4. Benturan kepercayaan dan budaya jahiliyah dengan ajaran Islam.
PEMBAHASAN
A. GAMBARAN
GOEGRAFIS JAZIRAH ARAB
Tanah Arab
merupakan semenanjung raksasa yang terletak di kawasan Asia bagian barat, yang
biasa disebut dalam kelompok Asia Depan, selain itu juga disebut Jazirah arab.
Kawasan jazirah Arab merupakan bentangan tanah yang sangat luas, yang terbagi
menjadi tiga bagian, yaitu :
a. Daerah subur dengan penduduk yang lebuh padat dan juga menetap.
b. Daerah padang pasir, yang jarang terjadi turun hujan dan sangat
gersang, berpenduduk jarang dan nomaden (berpindah-pindah)
c. Daerah kering atau daerah peralihan yang didalamnya terdapat
mata air (oase), penduduknya berkelompok-kelompok (berkabilah).
B.
KEBIASAAN , PERADABAN DAN
PEMERINTAHANNYA
Jika
diperhatikan dalam hal pemerintahannya, maka yang tercatat dalam sejarah dan
namanya juga terkenal adalah daerah Arab bagian selatan (sekarang menjadi
Yaman), di sana dahulu pernah berdiri kerajaan-kerajaan besar yang pernah
mencapai kejayaan, diantaranya :
a. Kerajaan Main, Tahun 1200 SM
b. Kerajaan Saba’ Tahun 950 SM, dengan salah seorang ratunya yang
sangat terkenal yaitu Ratu Bulqis. Peradabannya saat itu setara dengan
negara-negara maju lainnya, terutama dalam bidang bangunan dan irigasi.
Bendungan terkenal yang sangat terkenal yang dibangun pada saat itu adalah Bendungan
Ma’arib.
c. Kerajaan Himyar, tahun 115 SM yang terkenal memiliki armada
niaga yang menjelajah hampir keseluruh dunia, seperti ke India, Cina, Somalia,
Sumatra dan lain-lain.
Setelah bencana
air bah yang melanda tanah arab bagian selatan, yang juga merobohkan Bendungan
Ma’arib, maka penduduknya bertebaran menyelamatkan diri ke wilayah Arab bagian
utara, sebagai ada yang menetap di Hijaz, Thoif, dan wilayah-wilayah lain yang
lebih jauh. Dari peristiwa perpindahan penduduk inilah yang mengakibatkan percampuran
keturunan, seperti Nabi Ismail yang beristrikan seorang gadis dari Suku Jurhum
dan anak cucunya mempunyai keturunan dengan suku Qothan dan Jurhum.
Mengenai
kebiasaan dan peradaban yang menarik dan perlu dikemukakan adalah dari wilayah
Arab bagian tengah, seperti Mekkah, Yatsrib, Thoif dan Nakhla, serta wilayah
tengah lain yang dihuni suku badui. Ditempat ini tidak
mengenal sistem pemerintahan yang teratur, sehingga penduduknya secara bebas
dan merdeka.
Sikap ini
sangat kuat dan sudah mendarah daging sehingga sulit untuk ditata dan diatur.
Karena mereka terdiri dari berbagai suku dan kabilah, maka jika terjadi suatu
perselisihan, perebutan hak dan kepentingan, mereka berlindung pada suku atau
kabilah mereka. Dengan demikian kekerabatan suku menjadi sangat kuat dan sring
terjadi perang kepala suku atau kabilah yang sangat besar. Jika kepala suku
mengatakan “Perang”, maka terjadilah perang dan itu sering sekali terjadi.
Kadang bermula dari masalah yang sangat kecil, seperti dalam masalah penentuan
pemenang lomba balap kuda, dan dinilai juri kurang adil itu bisa menyababkan
menimbulkan perang antar suku.
Oleh karena itu
suatu suku atau kabilah harus kuat, berani. Karean yang kuat dapat menguasai
yang lemah. Pada saat itu yang menjadi idaman dalam sebuah keluarga adalah
seorang anak laki-laki yang gagah, kuat,
dan berani. Sebab mereka yang akan meembawa nama baik keluarga dan suku atau
kabilahnya, karena perang berarti kuat dan kuasa. Pada saat itu lahirnya anak
perempuan merupakan lambang kelemahan,
kesialan dan memalukan. Karena kalau dalam perang kalah, maka kaum
ibu-ibu dan anak perempuan mereka menjadi tawanan musuh, apa itu tidak
memalukan? Karenaya ada diantara mereka yang sampai hati menguburkan bayi
mereka ketika terlahir perempua dalam keadaan masih hidup. Diantara yang
berbuat demikian adalah Umar bin Khattab sebelum beliau masuk agama Islam.
Sehinga setelah beliau menjadi muslim , awaktu
beliau teringat perbuatannya maka beliau menagis tersendu-sendu menyesali
akan kebodohan dan kepicikannya.
Minuman arak
dan judi sudah menjadi kebiasaan mereka. Dalam dokumen syair-syair mereka
tergambar bahwa minum-minuman keras dan judi merupakan kebanggan bagi mereka.
Maka Islam
diturunkan di Negeri Arab pada masa itu, karena adanya lebutuhan yang sangat mendesak
dari seluruh umat manusia akan pencerahan dengan agama dan ajaran yang baru.
Karena pada masa itu ajaran para Rasul terdahulu sudah tidak diindahkan lagi
oleh umat manusia di seluruh negeri di dunia baik timur maupun dibarat,
terutama dikawasan negeri Arab.
Sebelum Nabi
Muhammad SAW diutus, umat manusia terutama masyarakat Mekkah hidup dala keadaan
gelap gulita, penuh dengan segala macam kerusakan moral dan kebodohan
spiritual. Keadaan itu hampir
menjerumuskan mereka secara total. Sebagai contoh, di Negeri Arab masyarakatnya
banyak yang menyembah berhala dan patung
yang mereka ciptakan sendiri. Ketika itu setiap kabilah mempunyai patung
sesembahan. Sehingga pada saat itu di sekeliling Ka’bah terdapat sekitar 360
buah patung atau berhala sesembahan mdereka. Dan diantara patung patung itu ada
yang dittuankan , seperi patung Latta dari bani Thoif, Uza dari Hijaz dan Manat
dari Yatsrib.
C.
INTI AJARAN ISLAM PERIODE MEKKAH
Ketika Muhammad
menjelang umur 40 tahun, perhatianya terhadap keadaan masyarakatnya demikian
besar dan membuatnya resah. Memang bagi
yang hatinya bersih dan menginginkan adanya perbaikan, sudah pasti akan gelisah
menyaksikan akan keadaan masyarakat yang demikian kacau kacau balau dan tak
menentu, diantaranya :
-
Segi kepercayaan Ketuhanan yang sesat, dengan
penyembahan dan pengorbanan terhadap berhala, minta kesembuhan kepada tukang
sihir, menanyakan peruntungan pada azlam.
-
Segi akhlaq pribadi yang bejat dengan suka
berjudi dan bermabuk-mabukan.
-
Segia akhlaq sesama manusia yang sangat rusak,
dengan suka merampas, menindas dan menganiaya.
-
Segi tanggung jawab kemasyarakatan yang rapu,
dengan adanya tunduk kepada kepal suku atau kabilah, itupun terbatas pada
perlindungan hak-hak pribadinya saja.
-
Segi moral yang bobrok, dengan menghinakan kaumperempuan,
menjual belikan budak, kawin tanpa batas, dan istri dianggap sebagai barang
warisan.
-
Segi persatuan yang porak poranda, dengan
sangat mudahnya terjadi perang hanya bermula dari persoalan yang sepele.
Kesemua hal
tersebut yang menyebabkan Muhammad SAW sering berkholwat, menyendiri berdo’a,
dan memikirkan upaya apa yang mesti dilakukan untuk memperbaiki keadaan
yang demikian kacau balaunya itu. Beliau memilih Gua Hira’ sebagai tempat untuk
berkholwat, di sana beliau, berpikir dan memohon petunjuk kepada Allah SWT,
tentang cara terbaik untuk memperbaiki dan mengubah masyarakatnya serta akhlaq
umat manusia pada umumnya. Terkadang terkadang lamanya seminggu, bahkan sampai
beberapa minggu baru pulang. Dalam
keadaan demikian mulailah terbuka cahaya Nur Ilahi berupa mimpi yang benar.
Kemudian ketika beliau berkholwat lebih dari satu bulan, tepanya pada tanggal
17 bulan Ramadlon, datanglah Malaikat Jibril membacakan dan meminta untuk
diikuti membacanya Kalamullah berikut ini :
اقرا باسم ربك الذى خلق - خلق
الانسان من علق - اقرا وربك الاكرم - الذ علم بالقلم- علم الانسان ما لم يعلم (
العلق: ١-٥)
Artinya : “ Bacalah dengan (menyebut)
nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari
segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Murah. Yang mengajar
(manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang
tidak diketahuinya”(QS. Al-Alaq:1-5)
D.
BENTURAN KEPERCAYAAN DAN BUDAYA
JAHILIYAH DENGAN AJARAN ISLAM
Perbandingan Ajaran Islam dengan
Kepercayaan Budaya Jahiliyah adalah sebagai berikut :
AJARAN
ISLAM
|
BUDAYA
DAN KEPERCAYAAN JAHILIYAH
|
A. Ketuhanan
-
Tuhan Esa Allah semata, tak ada
sekutu baginya, Allah tempat meminta, tempat berlindung dan tak perlu
perantara.
|
-
Manusia butuh pertolongan, butuh
perlindungan, karena butuh perantara, seperti: patung, dewa, matahari, api
azlam.
|
B. Kenabian
-
Iman kepada Nabi. dan Nabi
sebagai utusan Allah. Nabi menerimaa Wahyu. Tugas Nabi membimbing umat,
memberi kabar bagi ahli surga (kaum beriman dan beramal shaleh) serta kabar
duka/ancaman bagi ahli neraka (kaum kafir dan pembangkang yang berbuat
jahat).
|
-
Tak percaya Tuhan mengutus Nabi.
-
Kenapa tidak Tuahn sendiri saja
yang turun? Kalau harus adan Nabi, kenapa harus dari Bani Mutholib/Hasyim
saja? Ujung kenabian adalah kekuasaan, padahal yang kuasa adalah suku yang
menang perang.
|
C. Hari Kiamat
-
Iman kepada hari Akhirat, hari
perhitungan, hari keadilan, hari akhir penentuan. Di akhirat setiap diri
bertanggung jawab sendiri. Agar
akhirat aman harus iman dan amal shaleh.
|
-
Hidup selesai sesudah mati,
nikmat hidup di dunia ini. Yang kuat yang menang, yang senang.
-
Akhirat menakutkan, lebih baik
tak percaya, itu dongeng yang diada-adakan. Lupakan akhirat.
|
D. Akhlaq
-
Dasar akhlaq Islam adalah
ketaatan kepada Allah dan Rasulnya.
-
Tujuannya adalah mencapai ridlo
Allah SWT.
|
-
Dasar akhlaq jahiliyah adalah
kebutuhan dan kepentingan pribadi/kabilah.
-
Tujuannya adalah untuk kepuasan,
kemenangan sementara, terpenuhinya kebutuhan materi.
|
E. Derajat Manusia
-
Manusia diciptakan dan
dilahirkan dengan derajat dan martabat yang sama.
-
Yang membedakannya adalah iman
dan taqwanya.
-
Perbudakan adalah penindasan dan
harus dibasmi.
-
Perempuan sama derajatnya dengan
laki-laki.
|
-
Derajat dan martabat manusia
ditentukan oleh keberanian dan kekuatan.
-
Yang membedakanya adalah
kekuatan, keberanian dan kekayaan.
-
Orang yang tak punya kekuasaan
pantas diperbudak.
-
Perempuan lambang dari kehiaan.
|
Dengan memperhatikan dan
membandingkan kedua ajaran tersebut di atas, maka banyak ditemukan sumber
konflik (benturan) yang setiap saat bisa meletus. Namun benturan fisik tak
pernah terjadi, ini mengherankan, mengapa hal tersebut bisa bertahan, diantara
penyebabnya adalah :
a. Rasulallah SAW dalam menyiarkan ajaran Islam sepenuhnya
mengikuti petunjuk dari Allah SWT, contoh : Beliau memulai dakwah secara
sembunyi-sembunyi, kepada kerabat dekat, kemudian baru kepada umat secara
terbuka, semua itu atas perintah Allah SWT melalui wahyu-Nya.
b. Berkat perangai dan pribadi Nabi Muhammad SAW yang amat luhur
dan telah dikenal oleh seluruh masyarakat mekah sebagai orang yang Al-Amin.
c. Berkat kecerdasan, keunggulan ajaran, kemampaun adialog,
ketabahan dan kesabaran Rasulallah SAW, dan yang menjadi kunci keberhasilan
dakwah Rasulallah adalah karena Islam selalu mengutamakan kedamaian dan dialog.
Pemeluk Islam
pada tahap pertama dari kaum wanita
adalah istri Rasulallah sendiri, yaitu Siti Khodijah binti Khuwailid, dari
golongan pemuda adalah Ali bin Abi Tholib,dari golongaan budak adalah Zaid bin Haritsah, dari golongan orang tua adalah
Abu Bakar Sidiq, dan Ummu Aminah (ibu asuh Nabi) melalui perantara Abu Bakar.
Tiga tahun setelah Nabi SAW melakukan dakwah Al-Afrad ( dakwah
sembunyi-sembunyi), kemudian turun ayat
Al-Qur’an yaitu suraat Al-Hijr ayat 94 yang memerintahkan Nabi SAW agar
menyiarkan Islam secara terang-terangan. Kemudian mulai itulah Nabi SAW baru
menyerukan kaumnya secara terbuka dan terang-terangan. Dan sejak itulah mulai
banyak pengikut Nabi SAW, terutama ketika Umar bin Khottob dan Hamzah bin Abdul
Muntholib masuk Islam (616 Masehi).
Penyebaran Islam
pada periode awal berjalan sangat pesat. Hal ini terbukti bahwa dalam waktu
sekitar 30 tahun Islam telah menyebar hampir keseluruh Semenajung Arabia,
Palestina, Syuriah, Irak, Persia dan Mesir. Fakta sejarah menunjukkan bahwa
Islam sebagai ajaran yang selalu disebarkan secara damai melalui dakawah,
tetapi sebagai kekuatan politik Islam terbesar baik dengan jalan damai maupun
dengan jalan peperangan. Walaupun islam dapat menaklukkan dan menguasai suatu daerah dengan jalan damai
atau peperangan. Penguasa Islam tidak memaksakan ajaran-ajaran Islam pada
penduduknya. Hal ini sesuai dengan prinsip dasar ajaran Islam yang tidak
membenarkan adanya pemaksaan dalam agama. Berdasarkan hal tersebut, di dalam
Islam dikenal istilah Ahlazimah (kaum Zimmi) yaitu penduduk non Islam yang
berdiam di wilayah Islam. Mereka dijamin hak-haknya dan diperlakukan sama
denganpenduduk yang beragama Islam. Mereka hanya diwajibkan membayar Jizyah
(pajak) kepada negara.
KESIMPULAN
Dari uraian singkat di atas maka dapat ditarik beberapa
kesimpulan sebagai berikut :
-
Peradaban/ kebudayaan Arab selalu bertentangan dengan Ajaran Islam.
-
Islam selalu mengutamakan
kedamaian dan dialog dalam menyebarkan Agama, sehingga Islam dapat diterima
oleh hampir seluruh lapisan masyarakat.
-
Islam dapat berkembang dengan
pesat, karena ajaran Islam disebarkan secara damai melalui dakwah dan Islam
tidak pernah memaksakan ajaran-ajarannya pada masyrakat non Islam, dan juga
tidak membenarkan adanya pemaksaan dalam agama.
PENUTUP
Demikan uraian singkat mengenai
Pengaruh Peradaban Arab Terhadap Peradaban Islam. Mudah-mudahan dapat memberi
sedikit kontribusi dalam memahami keterangan di atas, serta bermanfaat baik
bagi penulis khususnya dan seluruh teman-teman pembaca.
Penulis sadar akan kekurang sempurnaan
makalah ini, karena keterbatasan kemampuan penulis, baik dari sumber bahan
referensi maupun kemampuan berfikir penulis. Maka dari itu penulis sangat
mengharapkan saran dan kritik dari para pembaca, agar makalah ini dapat lebih
mendekati kesempurnaan. Dan semoga penyusunan makalah ini selalu mendapat ridlo
dari Allah SWT Amiiiin.
REFERENSI
-
Badri Yatim, Sejarah Peradaban
Islam, Dirasah Islamiyah II, Jakarta : lembaga Studi Islam dan
Kemasyarakatan (LSIK) 1993.
-
Ensiklopedi Islam, Jakarta
: PT. Ichtiar Baru Van Hieva.
No comments:
Post a Comment