Breaking News

Makalah

Wednesday, September 28, 2016

makalah Pengaruh Peradaban Arab Terhadap Peradaban Islam

Pengaruh Peradaban Arab Terhadap Peradaban Islam

PENDAHULUAN

Peradaban mempunyai arti yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Peradaban merupakan cermin masyarakat yaang mempunyai watak berpendidikan. Apa yang kita lakukan saat ini hendaklah selalul berpijak pada kejadian masa lalu (sejarah) sehingga dapat dijadikan sebagai dasar pemikiran untuk melakukan pembenahan. Disini penulis akan menguraikan beberapa hal yang berkaitan dengan judul makalah “Pengaruh peradaban Arab terhadap peradaban Islam”

PERMASALAHAN
Dalam makalah yang singkat ini penulis hendak memaparkan beberapa permasalahan sebagai berikut :
1.      Gambaran geografis jazirah Arab.
2.      Kebiasaan , peradaban dan pemerintahannya.
3.      Inti ajaran Islam periode Mekkah.
4.      Benturan kepercayaan dan budaya jahiliyah dengan ajaran Islam.

PEMBAHASAN
A.  GAMBARAN GOEGRAFIS JAZIRAH ARAB
Tanah Arab merupakan semenanjung raksasa yang terletak di kawasan Asia bagian barat, yang biasa disebut dalam kelompok Asia Depan, selain itu juga disebut Jazirah arab. Kawasan jazirah Arab merupakan bentangan tanah yang sangat luas, yang terbagi menjadi tiga bagian, yaitu :
a.       Daerah subur dengan penduduk yang lebuh padat dan juga menetap.
b.      Daerah padang pasir, yang jarang terjadi turun hujan dan sangat gersang, berpenduduk jarang dan nomaden (berpindah-pindah)
c.       Daerah kering atau daerah peralihan yang didalamnya terdapat mata air (oase), penduduknya berkelompok-kelompok (berkabilah).

B.     KEBIASAAN , PERADABAN DAN PEMERINTAHANNYA
Jika diperhatikan dalam hal pemerintahannya, maka yang tercatat dalam sejarah dan namanya juga terkenal adalah daerah Arab bagian selatan (sekarang menjadi Yaman), di sana dahulu pernah berdiri kerajaan-kerajaan besar yang pernah mencapai kejayaan, diantaranya :
a.       Kerajaan Main, Tahun 1200 SM
b.      Kerajaan Saba’ Tahun 950 SM, dengan salah seorang ratunya yang sangat terkenal yaitu Ratu Bulqis. Peradabannya saat itu setara dengan negara-negara maju lainnya, terutama dalam bidang bangunan dan irigasi. Bendungan terkenal yang sangat terkenal yang dibangun pada saat itu adalah Bendungan Ma’arib.
c.       Kerajaan Himyar, tahun 115 SM yang terkenal memiliki armada niaga yang menjelajah hampir keseluruh dunia, seperti ke India, Cina, Somalia, Sumatra dan lain-lain.
Setelah bencana air bah yang melanda tanah arab bagian selatan, yang juga merobohkan Bendungan Ma’arib, maka penduduknya bertebaran menyelamatkan diri ke wilayah Arab bagian utara, sebagai ada yang menetap di Hijaz, Thoif, dan wilayah-wilayah lain yang lebih jauh. Dari peristiwa perpindahan penduduk inilah yang mengakibatkan percampuran keturunan, seperti Nabi Ismail yang beristrikan seorang gadis dari Suku Jurhum dan anak cucunya mempunyai keturunan dengan suku Qothan dan Jurhum.
Mengenai kebiasaan dan peradaban yang menarik dan perlu dikemukakan adalah dari wilayah Arab bagian tengah, seperti Mekkah, Yatsrib, Thoif dan Nakhla, serta wilayah tengah  lain  yang dihuni suku badui. Ditempat ini tidak mengenal sistem pemerintahan yang teratur, sehingga penduduknya secara bebas dan merdeka.
Sikap ini sangat kuat dan sudah mendarah daging sehingga sulit untuk ditata dan diatur. Karena mereka terdiri dari berbagai suku dan kabilah, maka jika terjadi suatu perselisihan, perebutan hak dan kepentingan, mereka berlindung pada suku atau kabilah mereka. Dengan demikian kekerabatan suku menjadi sangat kuat dan sring terjadi perang kepala suku atau kabilah yang sangat besar. Jika kepala suku mengatakan “Perang”, maka terjadilah perang dan itu sering sekali terjadi. Kadang bermula dari masalah yang sangat kecil, seperti dalam masalah penentuan pemenang lomba balap kuda, dan dinilai juri kurang adil itu bisa menyababkan menimbulkan perang antar suku.
Oleh karena itu suatu suku atau kabilah harus kuat, berani. Karean yang kuat dapat menguasai yang lemah. Pada saat itu yang menjadi idaman dalam sebuah keluarga adalah seorang anak laki-laki yang  gagah, kuat, dan berani. Sebab mereka yang akan meembawa nama baik keluarga dan suku atau kabilahnya, karena perang berarti kuat dan kuasa. Pada saat itu lahirnya anak perempuan merupakan lambang kelemahan,  kesialan dan memalukan. Karena kalau dalam perang kalah, maka kaum ibu-ibu dan anak perempuan mereka menjadi tawanan musuh, apa itu tidak memalukan? Karenaya ada diantara mereka yang sampai hati menguburkan bayi mereka ketika terlahir perempua dalam keadaan masih hidup. Diantara yang berbuat demikian adalah Umar bin Khattab sebelum beliau masuk agama Islam. Sehinga setelah beliau menjadi muslim , awaktu  beliau teringat perbuatannya maka beliau menagis tersendu-sendu menyesali akan kebodohan dan kepicikannya.
Minuman arak dan judi sudah menjadi kebiasaan mereka. Dalam dokumen syair-syair mereka tergambar bahwa minum-minuman keras dan judi merupakan kebanggan bagi mereka.
Maka Islam diturunkan di Negeri Arab pada masa itu, karena adanya lebutuhan yang sangat mendesak dari seluruh umat manusia akan pencerahan dengan agama dan ajaran yang baru. Karena pada masa itu ajaran para Rasul terdahulu sudah tidak diindahkan lagi oleh umat manusia di seluruh negeri di dunia baik timur maupun dibarat, terutama dikawasan negeri Arab.
Sebelum Nabi Muhammad SAW diutus, umat manusia terutama masyarakat Mekkah hidup dala keadaan gelap gulita, penuh dengan segala macam kerusakan moral dan kebodohan spiritual.  Keadaan itu hampir menjerumuskan mereka secara total. Sebagai contoh, di Negeri Arab masyarakatnya banyak yang menyembah berhala  dan patung yang mereka ciptakan sendiri. Ketika itu setiap kabilah mempunyai patung sesembahan. Sehingga pada saat itu di sekeliling Ka’bah terdapat sekitar 360 buah patung atau berhala sesembahan mdereka. Dan diantara patung patung itu ada yang dittuankan , seperi patung Latta dari bani Thoif, Uza dari Hijaz dan Manat dari Yatsrib.

C.     INTI AJARAN ISLAM PERIODE MEKKAH
Ketika Muhammad menjelang umur 40 tahun, perhatianya terhadap keadaan masyarakatnya demikian besar  dan membuatnya resah. Memang bagi yang hatinya bersih dan menginginkan adanya perbaikan, sudah pasti akan gelisah menyaksikan akan keadaan masyarakat yang demikian kacau kacau balau dan tak menentu, diantaranya :
-            Segi kepercayaan Ketuhanan yang sesat, dengan penyembahan dan pengorbanan terhadap berhala, minta kesembuhan kepada tukang sihir, menanyakan peruntungan pada azlam.
-           Segi akhlaq pribadi yang bejat dengan suka berjudi dan bermabuk-mabukan.
-           Segia akhlaq sesama manusia yang sangat rusak, dengan suka merampas, menindas dan menganiaya.
-           Segi tanggung jawab kemasyarakatan yang rapu, dengan adanya tunduk kepada kepal suku atau kabilah, itupun terbatas pada perlindungan hak-hak pribadinya saja.
-           Segi moral yang bobrok, dengan menghinakan kaumperempuan, menjual belikan budak, kawin tanpa batas, dan istri dianggap sebagai barang warisan.
-           Segi persatuan yang porak poranda, dengan sangat mudahnya terjadi perang hanya bermula dari persoalan yang sepele.
Kesemua hal tersebut yang menyebabkan Muhammad SAW sering berkholwat, menyendiri  berdo’a,  dan memikirkan upaya apa yang mesti dilakukan untuk memperbaiki keadaan yang demikian kacau balaunya itu. Beliau memilih Gua Hira’ sebagai tempat untuk berkholwat, di sana beliau, berpikir dan memohon petunjuk kepada Allah SWT, tentang cara terbaik untuk memperbaiki dan mengubah masyarakatnya serta akhlaq umat manusia pada umumnya. Terkadang terkadang lamanya seminggu, bahkan sampai beberapa minggu baru pulang.  Dalam keadaan demikian mulailah terbuka cahaya Nur Ilahi berupa mimpi yang benar. Kemudian ketika beliau berkholwat lebih dari satu bulan, tepanya pada tanggal 17 bulan Ramadlon, datanglah Malaikat Jibril membacakan dan meminta untuk diikuti membacanya Kalamullah berikut ini :

اقرا باسم ربك الذى خلق  -   خلق الانسان من علق  -   اقرا وربك الاكرم -    الذ علم بالقلم- علم الانسان ما لم يعلم ( العلق: ١-٥)

Artinya : “ Bacalah dengan (menyebut)  nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Murah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”(QS. Al-Alaq:1-5)

D.    BENTURAN KEPERCAYAAN DAN BUDAYA JAHILIYAH DENGAN AJARAN ISLAM
Perbandingan Ajaran Islam dengan Kepercayaan Budaya Jahiliyah adalah sebagai berikut :
AJARAN ISLAM
BUDAYA DAN KEPERCAYAAN JAHILIYAH
A. Ketuhanan
-          Tuhan Esa Allah semata, tak ada sekutu baginya, Allah tempat meminta, tempat berlindung dan tak perlu perantara.

-          Manusia butuh pertolongan, butuh perlindungan, karena butuh perantara, seperti: patung, dewa, matahari, api azlam.
B. Kenabian
-          Iman kepada Nabi. dan Nabi sebagai utusan Allah. Nabi menerimaa Wahyu. Tugas Nabi membimbing umat, memberi kabar bagi ahli surga (kaum beriman dan beramal shaleh) serta kabar duka/ancaman bagi ahli neraka (kaum kafir dan pembangkang yang berbuat jahat).

-          Tak percaya Tuhan mengutus Nabi.
-          Kenapa tidak Tuahn sendiri saja yang turun? Kalau harus adan Nabi, kenapa harus dari Bani Mutholib/Hasyim saja? Ujung kenabian adalah kekuasaan, padahal yang kuasa adalah suku yang menang perang.
C. Hari Kiamat
-          Iman kepada hari Akhirat, hari perhitungan, hari keadilan, hari akhir penentuan. Di akhirat setiap diri bertanggung jawab sendiri. Agar  akhirat aman harus iman dan amal shaleh.

-          Hidup selesai sesudah mati, nikmat hidup di dunia ini. Yang kuat yang menang, yang senang.
-          Akhirat menakutkan, lebih baik tak percaya, itu dongeng yang diada-adakan. Lupakan akhirat.
D. Akhlaq
-          Dasar akhlaq Islam adalah ketaatan kepada Allah dan Rasulnya.
-          Tujuannya adalah mencapai ridlo Allah SWT.

-          Dasar akhlaq jahiliyah adalah kebutuhan dan kepentingan pribadi/kabilah.
-          Tujuannya adalah untuk kepuasan, kemenangan sementara, terpenuhinya kebutuhan materi.
E. Derajat Manusia
-          Manusia diciptakan dan dilahirkan dengan derajat dan martabat yang sama.
-          Yang membedakannya adalah iman dan taqwanya.
-          Perbudakan adalah penindasan dan harus dibasmi.
-          Perempuan sama derajatnya dengan laki-laki.

-          Derajat dan martabat manusia ditentukan oleh keberanian dan kekuatan.
-          Yang membedakanya adalah kekuatan, keberanian dan kekayaan.
-          Orang yang tak punya kekuasaan pantas diperbudak.
-          Perempuan lambang dari kehiaan.

Dengan memperhatikan dan membandingkan kedua ajaran tersebut di atas, maka banyak ditemukan sumber konflik (benturan) yang setiap saat bisa meletus. Namun benturan fisik tak pernah terjadi, ini mengherankan, mengapa hal tersebut bisa bertahan, diantara penyebabnya adalah :
a.       Rasulallah SAW dalam menyiarkan ajaran Islam sepenuhnya mengikuti petunjuk dari Allah SWT, contoh : Beliau memulai dakwah secara sembunyi-sembunyi, kepada kerabat dekat, kemudian baru kepada umat secara terbuka, semua itu atas perintah Allah SWT melalui wahyu-Nya.
b.      Berkat perangai dan pribadi Nabi Muhammad SAW yang amat luhur dan telah dikenal oleh seluruh masyarakat mekah sebagai orang yang Al-Amin.
c.       Berkat kecerdasan, keunggulan ajaran, kemampaun adialog, ketabahan dan kesabaran Rasulallah SAW, dan yang menjadi kunci keberhasilan dakwah Rasulallah adalah karena Islam selalu mengutamakan kedamaian dan dialog.
Pemeluk Islam pada tahap pertama   dari kaum wanita adalah istri Rasulallah sendiri, yaitu Siti Khodijah binti Khuwailid, dari golongan pemuda adalah Ali bin Abi Tholib,dari golongaan budak adalah Zaid  bin Haritsah, dari golongan orang tua adalah Abu Bakar Sidiq, dan Ummu Aminah (ibu asuh Nabi) melalui perantara Abu Bakar. Tiga tahun setelah Nabi SAW melakukan dakwah Al-Afrad ( dakwah sembunyi-sembunyi), kemudian turun  ayat Al-Qur’an yaitu suraat Al-Hijr ayat 94 yang memerintahkan Nabi SAW agar menyiarkan Islam secara terang-terangan. Kemudian mulai itulah Nabi SAW baru menyerukan kaumnya secara terbuka dan terang-terangan. Dan sejak itulah mulai banyak pengikut Nabi SAW, terutama ketika Umar bin Khottob dan Hamzah bin Abdul Muntholib masuk Islam (616 Masehi).
Penyebaran Islam pada periode awal berjalan sangat pesat. Hal ini terbukti bahwa dalam waktu sekitar 30 tahun Islam telah menyebar hampir keseluruh Semenajung Arabia, Palestina, Syuriah, Irak, Persia dan Mesir. Fakta sejarah menunjukkan bahwa Islam sebagai ajaran yang selalu disebarkan secara damai melalui dakawah, tetapi sebagai kekuatan politik Islam terbesar baik dengan jalan damai maupun dengan jalan peperangan. Walaupun islam dapat menaklukkan  dan menguasai suatu daerah dengan jalan damai atau peperangan. Penguasa Islam tidak memaksakan ajaran-ajaran Islam pada penduduknya. Hal ini sesuai dengan prinsip dasar ajaran Islam yang tidak membenarkan adanya pemaksaan dalam agama. Berdasarkan hal tersebut, di dalam Islam dikenal istilah Ahlazimah (kaum Zimmi) yaitu penduduk non Islam yang berdiam di wilayah Islam. Mereka dijamin hak-haknya dan diperlakukan sama denganpenduduk yang beragama Islam. Mereka hanya diwajibkan membayar Jizyah (pajak) kepada negara.




KESIMPULAN
Dari uraian singkat di atas maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :
-          Peradaban/ kebudayaan  Arab selalu bertentangan dengan Ajaran Islam.
-          Islam selalu mengutamakan kedamaian dan dialog dalam menyebarkan Agama, sehingga Islam dapat diterima oleh hampir seluruh lapisan masyarakat.
-          Islam dapat berkembang dengan pesat, karena ajaran Islam disebarkan secara damai melalui dakwah dan Islam tidak pernah memaksakan ajaran-ajarannya pada masyrakat non Islam, dan juga tidak membenarkan adanya pemaksaan dalam agama.

PENUTUP
Demikan uraian singkat mengenai Pengaruh Peradaban Arab Terhadap Peradaban Islam. Mudah-mudahan dapat memberi sedikit kontribusi dalam memahami keterangan di atas, serta bermanfaat baik bagi penulis khususnya dan seluruh teman-teman pembaca.
Penulis sadar akan kekurang sempurnaan makalah ini, karena keterbatasan kemampuan penulis, baik dari sumber bahan referensi maupun kemampuan berfikir penulis. Maka dari itu penulis sangat mengharapkan saran dan kritik dari para pembaca, agar makalah ini dapat lebih mendekati kesempurnaan. Dan semoga penyusunan makalah ini selalu mendapat ridlo dari Allah SWT Amiiiin.


REFERENSI
-          Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam, Dirasah Islamiyah II, Jakarta : lembaga Studi Islam dan Kemasyarakatan (LSIK) 1993.
-          Ensiklopedi Islam, Jakarta : PT. Ichtiar Baru Van Hieva.


No comments:

© Copyright YONGKIRUDI